oleh

Banjir dan Longsor Kerinci Benamkan Rumah Warga, Gerus Jembatan Batu Hampar

KERINCIBanjir di Kerinci meluas. Pada Minggu (28/3/2021) malam giliran wilayah kayu Aro yang dilanda Banjir dan longsor. Informasi yang diperoleh, Banjir membenamkan rumah warga Desa Batu Hampar, Bedeng Delapan, Kecamatan Kayu Aro Barat. Sedangkan longsor terjadi di desa Bedeng Dua.

Warga meyakini Banjir dan longsor tersebut merupakan dampak dari penebangan hutan di kaki Gunung Kerinci. Selain merendam rumah warga, Banjir juga menyebabkan satu jembatan di desa Batu Hampar amb

ruk. “Ini merupakan dampak dari hutan yang sudah gundul akibat terus dirambah untuk membuka lahan baru,” kata Wadi, salah seorang warga Kayu Aro.

Dia minta kepada pemerintah dan pihak terkait menindaklanjuti persoalan penebangan hutan di kaki Gunung Kerinci. “Ini harus jadi perhatian bersama. Kalau terus dirambah, 10 tahun mendatang, Gunung Kerinci sudah gundul. Bahkan bisa terjadi longsor besar,” ujarnya.

Agus, salah seorang pecinta alam Kerinci, mengatakan dampak dari mulai gundulnya Gunung Kerinci sudah terlihat dan dirasakan masyarakat seperti yang terjadi pada Minggu (28/3) malam. ”Beberapa hari belakangan ini hujan lebat di kayu Aro, selalu terjadi Banjir bandang. Ini harus disikapi oleh Pemerintah dan pihak BB TNKS,” katanya. Namun, pihak BPBD Kerinci belum bisa dikonfirmasi jumlah rumah yang terkena dampak Banjir bandang dan longsor.

Di bagian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari menetapkan status siaga bencana banjir, Senin (29/3). Peningkatan status ini dilakukan seiring tingginya  intensitas hujan, sehingga menyebabkan debit air sungai Batanghari terus meningkat.

Sekretaris BPBD Batanghari Syamral Lubis mengatakan, seiring masih tingginya intensitas hujan di Kabupaten Batanghari, Pihaknya menetapkan status kondisi air sungai berdasarkan Alat pengukur ketinggian air (apka) dengan status siaga bencana banjir.

“Hasil monitor ramalan cuaca dari BMKG diperkirakan curah hujan di Batanghari masih akan terjadi hingga Mei. Curah hujan masih tergolong sedang namun merata,” ungkapnya dilansir dari jambione.com, grup siberindo.co.

Menurut Syamral, saat ini pihaknya juga melakukan monitoring ke wilayah-wilayah yang rawan bencana banjir. Terlihat beberapa wilayah sudah mulai akan tergenang baik ruas jalan maupun pemukiman.

“Anggota kami telah disebar untuk melakukan pemantauan, terutama di wilayah 7 Kecamatan yang rawan banjir. Saat ini beberapa wilayah terpantau air mulai menggenangi permukiman,” katanya.

Syamral menambahkan, jika dalam beberapa hari kedepan debit air meningkat terus, pihaknya akan melakukan rapat umum untuk membahas kesiapan dalam penanganan bencana tersebut.

“Dengan demikian untuk masyarakat yang terutama berada di pinggiran bantaran sungai , kami minta untuk selalu waspada, meningat kondisi air yang dapat naik dalam sewaktu-waktu yang bisa menyebabkan Banjir maupun bencana lainnya,” katanya. (*/cr1)

Komentar

Berita Lainnya