oleh

Tatsuma Yoshida Mundur sebagai Pelatih Timnas Singapura

JAKARTA–Tatsuma Yoshida akan mundur sebagai pelatih kepala tim nasional Singapura pada akhir bulan ini, demikian pengumuman Asosiasi Sepak Bola Singapura yang dikutip Reuters, Rabu.

Langkah tersebut diambil setelah Singapura tersingkir dari turnamen regional Piala AFF 2020 pada babak semifinal oleh Indonesia, Sabtu lalu, dan mengakhiri dua setengah tahun masa jabatan Yoshida.

Tapi Yoshida sendiri memberi alasan yang lebih pribadi atas pengunduran dirinya itu yakni agar dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya di Jepang.

Yoshida pun tidak pernah mengatakan ada masalah dengan Timnas Singapura. Ia menilai skuadnya sudah menunjukkan performa terbaik pada laga leg kedua Piala AFF 2020 kontra Indonesia, meski akhirnya kalah 2-4 dari Indonesia.

“Penampilan itu yang terbaik sejak saya melatih tim ini. Tidak ada yang salah dengan performa pemain. Saya bangga kepada mereka,” ujar Tatsuma dalam konferensi pers usai pertandingan.

Singapura bermain dengan delapan orang saat melawan Indonesia, namun mereka mampu menahan imbang Indonesia 2-2 pada waktu normal sebelum kalah 2-4 saat babak perpanjangan waktu.

Menurut Yoshida, anak-anak asuhnya memperlihatkan mentalitas pantang menyerah sepanjang laga. Mereka berjuang sampai akhir dengan semangat tinggi.

“Saya terharu dengan semangat itu. Kami pun menunjukkan kepada para suporter bahwa inilah Singapura, ini semangat Singapura,” katanya.

Yoshida juga tidak menyesal meski Singapura tak bisa menambah gelar juara Piala AFF-nya. Padahal sebelumnya mereka merupakan pemegang empat gelar kampiun Piala AFF yang diraih pada tahun 1998, 2004, 2007 dan 2012.

“Bukan hal mudah bagi saya untuk sampai pada keputusan (mundur) ini dan sebagian dari diri saya berharap saya tidak harus melakukannya sama sekali,” kata Yoshida dalam satu pernyataan.

“Dua tahun terakhir tidak mudah bagi saya dan keluarga saya mengingat pembatasan perjalanan yang diberlakukan sebagai akibat dari pandemi.”

Pelatih berusia 47 tahun itu mengambil alih pelatih Singapura pada Juni 2019, setelah sebelumnya bekerja bersama klub Jepang Kashiwa Reysol dan Albirex Niigata.

Singapura akan mulai mencari pengganti bulan depan, menjelang putaran kualifikasi Piala Asia 2023 pada Juni. (*)

Berita Lainnya