SAMARINDA – Upaya Penanganan Kasus Covid-19 di Kalimantan Timur pelan namun pasti menunjukkan tanda tanda harapan terkendali.
Hal ini dapat dilihat dari rilis Satgas Covid-19 Kaltim mengenai update perkembangan Covid-19 Kaltim.
Sabtu 28 Agustus 2021 tercatat terkonfirmasi positif Covid-19 turun drastis di bawah 1.000 kasus, tepatnya 462 kasus.
Sedangkan pasien meninggal 18 orang dan pasien sembuh 629 kasus. Pasien yang masih dalam perawatan 7.811 orang.
Padahal, pada Kamis 12 Agustus 2021 terdapat penambahan kasus positif 1.843. Jumlah warga meninggal cukup tinggi mencapai 64 kasus. Sedangkan yang dalam perawatan sebanyak 18.802 orang.
Kaltim bahkan pernah mancapai titik puncak pada Jumat 30 Juli 2021. Berdasarkan rilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim bertambah mencapai angka 2.364 kasus terkonfirmasi positif.
Angka yang drastis ini cukup menggembirakan bagi warga Kaltim. Segala upaya telah dilakukan termasuk melaksanakan aturan PPKM level 4 (sebelumnya disebut PPKM Darurat) yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Warga telah berkorban dengan segala pembatasan sosial termasuk dari sisi ekonomi, usaha mikro, kecil dan menengah yang sangat terdampak akibat pembatasan aktivitas sosial ekonomi.
Menanggapi atas kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Hj Padilah Mante Runa berharap kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan terus ditingkatkan.
“Tidak ada kata lain, kepatuhan masyarakat sangat menentukan perubahan pandemi menjadi kondisi lebih baik,” kata Padilah.
Dikatakannya, angka-angka itu menjadi asesmen pusat dalam menentukan level pelaksanaan PPKM di daerah, terutama Kaltim yang selama ini dinilai kasusnya tinggi di luar Jawa-Bali.
Ia mengajak masyarakat membuktikan komitmen dan tekad kuat untuk keluar dari wabah ini.
Caranya, tetap disiplin selalu pakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun ketika berinteraksi.
“Biasakan cuci tangan sebelum dan setelah beraktifitas, mengurangi serta membatasi aktifitas di luar rumah,” ujar mantan Direktur RSKD Atma Husada Mahakam Samarinda ini. (heldi/vivaborneo.com)











Komentar