oleh

Rumah Warga Hancur Diterjang Banjir, Bupati Polman Rencanakan Relokasi

POLMAN–Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Andi Ibrahim Masdar turun langsung memantau sejumlah wilayah di daerahnya yang terdampak bencana Banjir dan tanah longsor. Salah satu yang terdampak paling parah adalah Desa Riso, Kecamatan Tapango.

Enam rumah warga di Desa Riso hancur diterjang Banjir pada Kamis (26/8/2021) malam, dua rumah di antaranya hilang terbawa arus. Puluhan rumah di bantaran sungai, juga terancam hanyut apabila Banjir kembali menerjang.

Selain itu, Banjir turut mengakibatkan akses jalan utama menuju dua dusun di daerah ini, terputus sepanjang 700 meter. Akibatnya ratusan kepala keluarga terisolasi.

Bupati Andi Ibrahim akan segera melakukan pertemuan, terkait penanganan warga di daerah ini yang terdampak bencana. Bupati menyebut relokasi merupakan salah satu solusi penanganan warga.

Baca Juga:   Lima Sungai Meluap, 12 Desa Terendam

“Insya Allah kita akan pertemuan dulu, apakah keluarga di sini mau direlokasi, dicarikan tempat, nanti kita rapat dulu, mumpung kita sementara mau pembahasan perubahan anggaran,“ ungkap Andi Ibrahim kepada wartawan, Sabtu (28/8/2021).

Menurut Andi Ibrahim, penanganan warga terdampak bencana di daerah ini mendesak untuk dilakukan, apalagi banyak warganya yang terisolir.

“Jadi ini sangat mendesak, karena masyarakat di sana juga tidak bisa keluar, dari sini juga tidak bisa kesana. Ini sama sekali terputus, rumah-rumah yang dua di sana sudah masuk ke sungai, jadi tidak bisa lagi dilewati akses masyarakat,“ terangnya.

Dia juga mengaku, penanganan bencana di daerah ini tidak mudah dilakukan. Apalagi arus sungai mengarah ke pemukiman.

“Karena ini ini bukan pekerjaan sembarangan dan bukan pekerjaan sebentar, ini lama karena ini airnya ternyata mutar, kalau hujan lagi pasti nabrak lagi ke pemukiman,“ beber Andi Ibrahim.

Baca Juga:   Dikepung Banjir, Warga Kampung Melayu Ogah Mengungsi

Mengantisipasi Banjir susulan karena kondisi cuaca masih buruk, Andi Ibrahim mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai agar mengungsi sementara waktu.

“Kalau bisa mengungsi dulu ke tempat keluarga terdekat. Satu dua orang saja yang menjaga rumah,“ pinta Andi Ibrahim.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Polewali Mandar, Affandi Rahman, menyebut ada tiga kecamatan di daerah ini yang terdampak bencana Banjir dan tanah longsor. Tiga kecamatan itu masing-masing Anreapi, Matakali dan Tapango.

“Jadi dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, dari tadi sore memang curah hujan agak tinggi, dan kami coba identifikasi awal, ada tiga kecamatan yang terdampak, yaitu kecamatan anreapi, matakali dan tapango.“ ujar Affandi saat dikonfirmasi Kamis malam (26/08).

Baca Juga:   Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Dua Kabupaten di Papua

Berdasarkan informasi awal dari lapangan, Affandi mengatakan ada sejumlah titik longsor yang terjadi di Kecamatan Anreapi. Sementara di Kecamatan Tapango, beberapa rumah dikabarkan hanyut terbawa arus banjir.

“Untuk di Anreapi ada beberapa titik longsor. Kemudian di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali ada banjir. Kemudian di desa Riso, Kecamatan Tapango, sementara kami sepakat dengan pak desa untuk ke sana, ada laporan beberapa rumah yang hanyut, kemudian ada juga tiang listrik yang tumbang,” bebernya.

Bahkan menurut dia, beberapa warga terpaksa dievakuasi, untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan. (thaya/red)

Komentar

Berita Lainnya