SAMARINDA–Kedatangan Presiden Jokowi di Kalimantan Timur tidak hanya menyaksikan vaksinasi massal di SMP Negeri 22 Samarinda, namun juga memberikan arahan terkait masih tingginya angka penularan virus Covid-19 di Kalimantan Timur.
Bertempat di Pendopo Odah Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, kepada Forkopimda se-Kaltim, baik secara luring maupun daring, Presiden memberikan tiga arahan, yakni:
Pertama, kepala daerah dan masyarakat Kaltim jangan kendor melaksanakan protokol kesehatan 5 M, termasuk mengurangi mobilitas. Saat ini penyebaran Covid-19 masih terjadi dan rawan.
Kedua, vaksinasi di Kalrtim masih kurang, sementara nasional sudah 33 persen. Presiden minta vaksinasi digenjot terus untuk memaksimalkan yang ada. “Beliau berjanji segera menambah vaksin untuk Kaltim, dan bulan depan akan datang lagi 7 juta untuk Indonensia, Kaltim diprioritaskan,” kata Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim.
Ketiga, membangun isolasi terpusat (isoter), serta bebarapa cacatan untuk bupati dan walikota, terkait tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit Covid-19 di daerah.
Lebih lanjut dikatakan mantan anggota DPR RI ini, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi atas penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dan Forkopimda di Kaltim. Walaupun kasus Covid terus turun.
“Presiden Jokowi mengingatkan penanggulangan tetap harus jalan,” sebut Hadi Mulyadi mengingatkan pesan Jokowi.
Hal senada disampaikan, Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman, ia mengatakan selain informasi-informasi umum, Joko Widodo menyampaikan hal penting segera ditindaklanjuti daerah, yakni penanganan Covid-19 secara keseluruhan, termasuk data-data masing-masing kabupaten/kota.
“Juga upaya peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Alhamdulillah, Covid-19 di Kaltim sudah turun signifikan, meskipun kita harus tetap waspada dan berhati-hati. Jangan sampai ada gelombang ketiga, maka pemerintah daerah bersama Satgas penanganan Covid-19 jangan sampai longgar pelaksanaan protokol kesehatan, termasuk penerapan PPKM,” kata Ardiansyah.
“Mereka yang terpapar Covid-19 untuk segera masuk isolasi terpusat, karena kalau isolasi mandiri kadang kala tidak terpantau. Selain itu, Presiden berjanji memproritaskan Kaltim mendapatkan vaksin,” tutup Ardiansyah. (hel/vivaborneo.com)











Komentar