oleh

Fantastis! DPR Anggarkan Rp 48 M untuk Ganti Gorden Rumah Dinas

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) heboh lagi. Para wakil rakyat ini menetapkan alokasi anggaran hingga lebih dari Rp 48,7 miliar hanya untuk mengganti gorden rumah dinas para anggota.

Rumah dinas para anggota dewan itu berada di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Sementara Rp 11 miliar, dianggarkan untuk aspal baru di kompleks parlemen.

Usulan anggaran tersebut tercatat di situs LPSE DPR, sebagaimana dikutip media, Senin (28/3/2022).

Kode tendernya, 732087 yang dinamai Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata. Anggaran ini diusulkan sejak 8 Maret lalu.

Proyek tersebut masih dalam proses evaluasi, administrasi, kualifikasi, teknis dan harga.

Proyek ini diikuti oleh 49 peserta tender pengadaan gorden baru. Mereka memiliki waktu hingga 11 April sampai tahap penandatanganan.

Baca Juga:   Pemprov Papua Barat Segera Sampaikan KUA-PPAS Tahun 2021

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membenarkan dua proyek tersebut. Terkait gorden, Dasco mengatakan proyek itu diajukan atas usulan anggota dewan kepada Setjen DPR.

Namun, menurut dia, pihaknya tak ikut campur dalam urusan teknis terkait seperti besaran anggaran hingga spesifikasi barang.

Menurut dia, usulan itu disampaikan karena gorden di rumah dinas anggota dewan Kalibata belum pernah diganti sejak 2015.

“Ya rumahnya lihat saja tuh, gordennya sudah banyak yang enggak ada. Tapi masalah spek dan lain-lain, kami enggak ikut campur ya,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Baca Juga:   Komisi III DPR Berencana Usulkan Penambahan Anggaran Penanganan Korupsi Daerah 

Tentang pengaspalan jalan, Dasco menyebut hal itu itu dilakukan karena pihaknya akan menerima kunjungan parlemen dari 40 negara pada Juli mendatang.

Karenanya, ia tak ingin kondisi jalan di lingkungan parlemen menimbulkan citra buruk pagi tamu.

Sekretariat Jenderal (Setjen) menyatakan berencana mengganti gorden di 505 rumah dinas (rudin) anggota DPR. Komponen tersebut terakhir diganti pada 2009.

“Sudah 13 tahun lalu sampai sekarang enggak pernah diganti (tirai rudin anggota DPR),” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menyatakan tak habis pikir pada DPR yang mengalokasikan anggaran Rp 48,7 miliar hanya untuk mengganti gorden.

Baca Juga:   DPR Tanya Langsung Kepala BNPB Soal Penggunaan Dana Siap Pakai

Ia menganggap proyek pembelian gorden DPR hingga menelan anggaran miliaran itu tentu merupakan sesuatu yang mengherankan dan sulit dipahami.

Anggaran, kata Lucius, sebesar 48 miliar itu terlalu fantastis untuk dihabiskan mendandani ruangan di rumah dinas DPR.

“Apakah dengan anggaran sebesar itu, DPR mau membeli gorden yang akan menutupi akses mereka ke dunia luar?” tutur Lucius, Senin (28/3/2022).

Menurut dia, tidak ada urgensi untuk pembelian gorden tersebut. Ia berujar tidak ada penjelasan masuk akal yang bisa membenarkan rencana pembelian gorden dengan total harga miliaran. (*/Siberindo.co)

dari berbagai sumber

Berita Lainnya