Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (kanan) dalam acara Rilis Temuan Survei Nasional yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (9/2/2024). (Antara Foto)
JAKARTA – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan mayoritas responden menyatakan cukup atau sangat percaya bahwa pemilihan umum (pemilu) pada 14 Februari 2024 berjalan tanpa intervensi pemerintah.
Menurut Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Hendro Prasetyo, hasil survei yang dilakukan pada 18-21 Februari menunjukkan bahwa 41,2% responden cukup percaya dan 18,6% sangat percaya bahwa Pemilu 2024 bebas dari campur tangan pemerintah.
“Dengan jumlah hampir 60% yang percaya bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam pemilu, ini menandakan tingkat kepercayaan yang signifikan,” kata Hendro dalam acara Evaluasi Publik Atas Pemilu 2024 di Jakarta.
Namun, sebanyak 27,4% responden mengatakan kurang percaya, sementara 18,6% sangat percaya, dan 7,4% tidak percaya sama sekali.
Hendro menyoroti perlunya respons dari pihak penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu, terhadap ketidakpercayaan publik terhadap klaim bahwa pemerintah tidak campur tangan dalam Pemilu.
“Sekitar 35% yang tidak percaya bahwa pemerintah tidak intervensi dalam pemilu memerlukan penjelasan dari petugas pemilu untuk mengatasi ketidakpercayaan ini,” ujarnya.
Survei Indikator Politik Indonesia juga menunjukkan bahwa mayoritas pendukung capres-cawapres Prabowo-Gibran (67,1%) percaya bahwa pemilu bebas dari intervensi pemerintah, sementara mayoritas pendukung Anies-Muhaimin (45,8%) kurang percaya.
Survei ini dilakukan melalui telepon kepada publik nasional dengan 1.227 responden, dengan margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. (*)










