BANDUNG — Memasuki libur panjang yang berlangsung 28 Oktober hingga 1 November, sebanyak 5.000 kendaraan memasuki Kota Bandung.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya di Bandung seperto dilansir jabar.siberindo.co, Rabu (28/10/2020).
Iamengatakan kendaraan volume kendaraan tersebut masih terbilang normal.
“Ini masih normal. Masih 5000 berarti masih normal, kalau 6000 sudah macet. Tentu, kita lakukan pengamanan lalu lintas di titik kemacetan,” ujarnya.
Ulung memprediksi kendaraan yang masuk ke Kota Bandung akan mulai meningkat pada hari Kamis (29/10/2020). “Kemungkinan besok puncaknya,” tambahnya.
Petugas kepolisian juga memberikan pengamanan dan mengatur lalu lintas di titik-titik lokasi yang dinilai rawan terjadi kemacetan. “Kita tetap memberikan pelayanan, polisi lalu lintas mengatur di titik rawan kemacetan,” kata Ulung.
Sebelumnya, petugas Kepolisian Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung akan melakukan rekayasa lalu lintas jelang libur panjang. Namun, rekayasa lalu lintas itu bersifat situasional.
Kasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol M. Rano Hadiyanto, mengatakan polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas jika terjadi kemacetan. Ia juga menuturkan, sebanyak 200 personel kepolisian dikerahkan untuk berjaga selama libur panjang.
“Pada saat ada kepadatan, misalnya ke arah Lembang kami akan komunikasi dengan Polres Cimahi. Apabila polres Cimahi akan melaksanakan cara bertindak satu arah, maka kita akan mendukung di daerah perbatasan di Ledeng,” ujar Rano.
Jika kemacetan semakin parah, petugas kepolisian akan melakukan beberapa pengalihan jalan. “Kalau one way (satu jalur) tidak dilakukan, sedangkan sudah terjadi kepadatan stuck mengarahkan ke Setiabudi, maka yang dari arah bawah kita belokan ke kiri ke Sersan Bajuri,” jelas Rano. (*)











Komentar