POLMAN – Banjir menerjang sejumlah tempat di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (26/8/2021).
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat peristiwa ini, berada di Desa Riso, Kecamatan Tapango.
Tercatat, ada sedikitnya enam rumah warga yang berada di bantaran sungai, rusak parah diterjang banjir. Bahkan, dua diantaranya hilang terbawa arus.
Belasan rumah lainnya juga terancam, lantaran posisinya sudah di pinggir sungai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Riso, Andi Bangsawan mengemukakan, Banjir terjadi sekira pukul 18:00 Wita, Kamis (26/8/2021).
Banjir diawali hujan deras yang terus mengguyur dari pukul 16:00 hingga pukul 20:00 malam.
“Hujan sampai jam delapan malam. Banjir terjadi sekitar pukul enam sore. Dampak Banjir ini ada pada dua dusun. Dusun empat dan dusun lima. Warga yang rumahnya hanyut ada dua, rusak parah ada empat,” kata Andi Bangsawan, Jumat siang (27/08/2021).
Selain merusak rumah warga, Banjir turut memutus akses jalan pada dua dusun, menimbulkan sejumlah titik longsor, hingga mengakibatkan ratusan warganya terisolir.
“Kondisi jalan sekitar 700 sampai 800 meter terputus. Penghubung ke Dusun Lima juga longsor. Terus yang ke Dusun Empat longsor juga sekitar 50 meter. Ada sekitar 270 keluarga pada dua dusun yang terdampak dan terisolasi,” katanya.
Menurut Andi Bangsawan, puluhan keluarga baik yang rumahnya hancur diterjang banjir, maupun yang rumahnya masih berdiri tegak namun berada di bantaran sungai, kini terpaksa mengungsi.
Warga takut terjadi Banjir susulan, apalagi kondisi cuaca masih buruk.
“Sekitar 30 keluarga sudah mengungsi. Untuk sementara kami meminta warga untuk tidak mendekati rumahnya dulu. Bersama karang taruna, kami juga tetap menjaga kondisi di lapangan,“ kata Bangsawan.
Salah satu korban banjir, Rukka, mengaku tidak menduga Banjir akan menerjang.
Apalagi menurut dia, sesaat sebelum kejadian, istrinya masih sempat memantau kondisi sungai yang dianggap aman.
“Tidak pernah terpikir, karena mamanya sempat lihat-lihat sungai, tidak banyak air, meski deras hujan. Tiba-tiba ini air meluap dari dalam,“ tutur Rukka.
Rukka menyebut, Banjir menerjang begitu cepat. Pasalnya, sekembalinya ke rumah setelah mengamankan harta benda, Rukka melihat rumahnya sudah hancur.
“Saya di rumah sama keluarga, tidak ada suara, kami langsung lari mengamankan kendaraan, pulang ke sini sudah hancur rumah,“ ujar Rukka, sambil mengamati beberapa bagian rumahnya yang masih tersisa.
Berdasarkan pantauan wartawan, Banjir turut mengakibatkan sejumlah tiang listrik di daerah ini tumbang.
Akibatnya, jaringan listrik menuju rumah warga terputus.
Dibantu petugas, sejumlah warga juga terlihat mengevakuasi harta bendanya ke tempat aman, mengantisipasi Banjir susulan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materil yang ditimbulkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (thaya/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar