oleh

Mahfud Md Enggan Berkomentar Soal Aktor Judi Online Berinisial T

JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menolak berkomentar mengenai sosok aktor yang diduga mengendalikan praktik judi online dari Kamboja dan penipuan daring berinisial T, yang hingga kini tak tersentuh hukum.

Mahfud menegaskan bahwa dirinya saat ini tidak lagi memiliki kewenangan untuk berbicara terkait masalah tersebut. “Saya sekarang bukan Menkopolhukam,” ujarnya usai menghadiri peringatan HUT Ke-51 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan tidak mengetahui sosok berinisial T yang disebut-sebut terlibat dalam praktik judi daring. Presiden Jokowi meminta wartawan menanyakan hal tersebut kepada Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, yang pertama kali mengungkapkan adanya sosok berinisial T tersebut.

“Ah enggak tahu. Tanyakan kepada Pak Benny saja,” kata Jokowi singkat di sela kunjungan kerja di Batang, Jawa Tengah, Jumat (26/7).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani, pada acara Pengukuhan Kawan Pekerja Migran Indonesia Wilayah Sumatera Utara di Medan, Sumut, Selasa (23/7), sempat menyebut sosok berinisial T sebagai aktor pengendali praktik judi daring di Indonesia dari Kamboja dan penipuan daring. Melalui akun YouTube BP2MI RI, Benny menyatakan bahwa keberadaan aktor berinisial T tersebut telah ia sampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, di hadapan Presiden Joko Widodo, Panglima TNI, Kapolri, dan sejumlah menteri beberapa waktu lalu.

Baca Juga:   Status Tersangka Nurhayati Dicabut, Kejagung Minta Polisi Lakukan Ini

“Sebetulnya sangat mudah untuk menangkap siapa aktor di balik bisnis online di Kamboja dan aktor di balik scamming online. Saya cukup menyebut inisialnya T saja paling depan. Dan ini saya sebut di depan Presiden. Boleh ditanyakan Pak Menkopolhukam, Pak Mahfud Md. saat itu,” ujar Benny.

Menurut Benny, saat itu Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit kaget mendengar nama tersebut, dan rapat terbatas menjadi agak heboh. “Orang ini adalah orang yang selama republik ini berdiri mungkin tidak bisa disentuh oleh hukum,” tambah Benny. (*)

Berita Lainnya