oleh

Banjir di Malunda–Majene Rendam 772 Rumah, Satu Jembatan Putus

MAJENE–Sebanyak 772 rumah warga di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terendam banjir.

Camat Malunda Salahuddin mengatakan, ratusan rumah warga yang terendam Banjir tersebar pada enam desa dan satu kelurahan di daerah ini. Di antaranya Desa Maliaya, Mekkatta, Lombong, Lombong Timur, Bambangan, Kayu Angin, dan Kelurahan Malunda.

“Totalnya untuk sementara itu, minus satu desa, ada sebanyak 772 rumah,” kata Salahuddin kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (27/5/2022).

Menurut dia, sejumlah rumah juga rusak, bahkan ada dua di antaranya yang hancur akibat terseret banjir.

“Yang rusak baru dua rumah yang saya tahu persis berdasarkan pantauan tadi. Ada dua rumah yang hanyut,” ucap Salahuddin.

Banjir yang merendam ratusan rumah warga ini, terjadi Kamis (26/5) sore. Banjir akibat tingginya curah hujan, diperparah luapan aliran sungai yang membelah pemukiman warga.

Selain merendam pemukiman, Banjir turut menenggelamkan areal perkebunan hingga menghanyutkan puluhan ekor ternak warga.

“Banyak ternak yang hanyut, masih pendataan, estimasi puluhan. Ada juga lahan perkebunan yang terendam, banyak,” ucap Salahuddin.

Meski Banjir yang merendam rumah warga sudah mulai surut, Salahuddin menyebut masih ada warganya yang memilih mengungsi.

“Sekarang kondisi air sudah surut, artinya kegiatan masyarakat saat ini membersihkan rumahnya karena rata-rata terendam banjir. Tapi tadi pantauan kami, masih ada beberapa keluarga yang ada di pengungsian,” ujarnya.

Memutus Jembatan 

Banjir yang menerjang Kecamatan Malunda, juga dilaporkan memutus satu jembatan beton penghubung antar desa. Jembatan tersebut berada di Desa Bambangan. Terputusnya jembatan mengakibatkan puluhan keluarga terisolir.

“Itu jembatan jalan Desa bambangan, jalan penghubung antar dusun. Kemudian tembus desa Salutahongan,” kata Camat Malunda Salahuddin.

Jembatan tersebut putus pada kamis sore (26/5) kemarin, juga akibat terjangan Banjir luapan sungai yang dipicu curah hujan tinggi.

Salahuddin menyebut, saat ini warga bersama pemerintah setempat telah berupaya membuat jembatan darurat untuk dilalui, agar aktivitas warga dapat normal kembali.

“Saat ini diupayakan, ada pohon kayu termasuk bambu untuk menyambung jembatan yang putus,” tutupnya. (thaya-paceko)

Berita Lainnya