oleh

Ngeri! Kasus HIV/AIDS di NTB Ternyata Sangat Tinggi

MATARAM – Angka kasus HIV/AIDS di NTB terbilang tinggi. Data di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) NTB.menunjukkan, kasus AIDS secara komulatif dari tahun 1992 hingga Maret 2021 sebanyak 1.193 orang.

Kasus HIV/AIDS banyak didominasi penduduk usia produktif 20 – 40 tahun, selain itu ibu rumah tangga (IRT) tertinggi kedua setelah wiraswasta.

Dari data tersebut, NTB tidak hanya fokus pada pandemi Covid-19 semata melainkan HIV/AIDs juga menjadi tugas yaitu, upaya pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah mengimbau seluruh stakeholder terkait untuk terus memasifkan edukasi kepada masyarakat secara maksimal guna menghentikan penyebaran HIV/AIDS.

Baca Juga:   Semua Tempat Wisata di NTB Ditutup, Lebaran Topat Tanpa Kumpulan Massa

“Harus lebih dimassifkan kembali edukasi kepada masyarakat, karena edukasi ini sangat penting agar tepat sasaran,” tutur Rohmi saat menerima Laporan Penanggulangan AIDS di NTB bersama Kepala Dinas Kesehatan NTB, Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS, dan NGO Incest di Mataram, Kamis pekan lalu.

Rohmi juga mengusulkan pemberian edukasi dapat dilakukan secara digital atau memanfaatkan sosial media sebagai media pembelajaran.

Dia menuturkan, sekarang dengan berkembangnya teknologi ini banyak sekali efisiensi yang dapat dilakukan, sehingga sosialisasi dapat dilakukan secara massif.

Nantinya dapat dikemas dengan semenarik mungkin agar masyarakat dapat cepat mengerti.

Baca Juga:   Wagub Sarankan Poligami Untuk Tekan HIV/AIDS, Ini Reaksi Ridwan Kamil

Beberapa fokus yang menjadi sasaran program penanggulangan yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI), Gay, Waria, Laki – laki (GWL), Hubungan Hetero Seksual dan sebagainya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan terdapat kasus PMI yang datang ke NTB membawa virus kepada keluarganya.

“Atensi kita saat ini kepada PMI, ada beberapa PMI yang membawa virus HIV/AIDS sehingga perlunya dilakukan skrining ketika kedatangan PMI ke NTB,” tuturnya.

Selain itu pelayanan pengobatan terapi HIV-AIDS hanya dapat dilakukan pada 12 Rumah Sakit di NTB.

Tetapi Pemerintah Daerah yang telah didukung oleh Pemerintah Pusat akan memperluas pelayanan pengobatan terapi HIV-AIDS dengan memanfaatkan puskesmas.

Baca Juga:   Ibu Rumah Tangga Bawa Kabur Dua Mobil Rental

“Bagaimana memaksimalkan puskesmas bisa menjalankan terapi bagi pasien yang terdeteksi,” ungkapnya.

Sekretaris KPA NTB, H. Soeharmanto mengatakan, sejauh ini kasus HIV/AIDS banyak didominasi penduduk usia produktif 20 – 40 tahun, selain itu ibu rumah tangga tertinggi kedua setelah wiraswasta.

“Ini yang perlu kita antisipasi. Banyak keluarga yang suaminya kerja di luar negeri atau luar daerah yang sering membawa virus untuk isteri, dimana penyebab utamanya yakni Hetero seksual,” pungkasnya. (jho/rls)

 

Komentar

Berita Lainnya