oleh

Meski PPKM, Telaga Sarangan Tetap Diserbu Wisatawan Dengan Prokes Ketat

MAGETAN–Obyek wisata Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, terlihat ramai melandai.

Meskipun saat ini telah diberlakukan PPKM seJawa-Bali, tidak menyurutkan para pelaku jasa wisata untuk terus berupaya melayani para pengunjung di obyek wisata andalan Kabupaten Magetan.

Hal ini diungkapkan salah satu driver speedboat Nuryono (44), warga kel Sarangan, Kabupaten Magetan. Menurutnya, masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Magetan sangat berdampak pada pelaku jasa wisata maupun owner resto selaku pemilik rumah makan.

Baca Juga:   Sambangi Perajin Bambu di Magetan, Gubernur Jatim: Kopi Liberika Gunung Lawu Miliki Potensi Tinggi

“Ya mesti berkurang daripada hari biasanya. Karena pandemi apalagi saat ini diberlakukan PPKM lagi,” ujar Nuryono, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu sore (26/2/2022).

Obyek wisata Sarangan sangatlah indah dan menakjubkan. Mulai dari segi sarana dan prasarana wisata Telaga Sarang, juga dipercantik dengan nuansa alam yang eksotik dari kaki Gunung Lawu Magetan.

“Baru pertama ke Sarangan, dan ini sangat menakjubkan. Karena Telaga Sarangan dikelilingi pegunungan, sehingga cuacanya sangat dingin,” ungkap Choliq, Sabtu (26/2).

Baca Juga:   Kelompok Relawan di Magetan Borong Telur dari Peternak dan Bagikan Sembako

Ia menyebut, banyak wisata di wilayah Jawa Timur terlihat sepi pengunjung akibat pandemi Covid-19. Namun, Telaga Sarangan masih ramai didatangi pelancong dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Sarangan terlihat ramai, dan ini sangatlah luar biasa. Semoga dengan obyek wisata andalan Kabupaten Magetan ini dapat meningkatkan PAD, sehingga pembangunan dan perekonomian di Magetan terus meningkat,” jelas Choliq, bersama rombongan keluaega dari Bangil Jawa Timur.

Baca Juga:   Hujan Deras Landa Magetan, Akibatkan Pohon Tumbang dan Tanah Longsor

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan, Joko Trihono, mengatakan, setelah diberlakukannya PPKM se-Jawa-Bali, obyek wisata di Kabupaten Magetan tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Pengunjung dibatasi hanya sampai 50 persen, namun harus tetap menerapkan prokes ketat. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga perekonomian masyarakat Magetan kembali normal,” pungkasnya. (Ren-Aryamedia)

Berita Lainnya