oleh

Sindy, Diplomat RI Membungkam PM Vanuatu Soal Pelanggaran HAM di Papua

JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Vanuatu Bob Loughman kembali ikut campur urusan Indonesia terkait masalah Papua.

Dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Loughman menuding Indonesia melanggar HAM dalam mengatasi masalah Papua.

Namun Sekretaris ketiga Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York Sindy Nur Fitri membungkam Vanuatu yang menyinggung soal itu.

Sindy Nur Fitri menyayangkan sikap Perdana Menteri (PM) Vanuatu Bob Loughman terkait Papua.

Sindy geram terhadap Vanuatu yang meminta Komisi HAM PBB datang langsung ke Papua untuk mengecek dugaan pelanggaran HAM.

Baca Juga:   Luar Biasa! Angklung Toel, dan Jali-jali dan Tari Papua Pukau Warga Mozambik

Bahkan, ia menyayangkan sikap Vanuatu yang terus-menerus ikut campur urusan Indonesia.

“Vanuatu terus-menerus menggunakan forum ini untuk mengganggu kedaulatan negara lain dan menyerang dengan motif politik yang tidak baik,” kata Sindy sebagaimana dikutip dari akun YouTube MOFA Indonesia, Senin (27/9/2021).

“Vanuatu seolah-olah peduli isu HAM namun sebenarnya HAM yang mereka ungkap adalah sesuatu yang diputarbalikkan,” ujartnya.

Selain itu PM Republik Vanuatu mengatakan, sebenarnya perkumpulan negara di Pasifik memintar PBB meminta pemerintah Indonesia agar perwakilan PBB bisa berkantor di sana.

Sekadar diketahui, bukan kali ini Vanuatu menyampaikan sikap soal pelanggaran HAM di Papua.

Baca Juga:   Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Dua Kabupaten di Papua

Hal sama pernah terjadi pada sidang umum PBB sebelumnya, dan ditangkis para diplomat Indonesia.

Namun Vanuatu tidak mengkritik tindakan kejam separatis KKB Papua yang justru membunuh guru, tenaga kesehatan hingga pekerja pembangunan di kawasan Papua.

“Anehnya, kondisi ini seperti tak dianggap oleh Vanuatu,” kata Sindy.

Hal itu membuktikan bahwa negara tersebut tak paham kondisi seutuhnya di Papua.

Karena itu, Sindy dengan tegas menolak tudingan PM Vanuatu terkait masalah hak asasi manusia (HAM) di Papua.

Loughman berkata, pelanggaran hak asasi manusia terjadi secara luas di seluruh dunia.

Baca Juga:   Delapan Jenazah Korban KKB Dievakusai Setelah 5 Hari Tertunda

“Di wilayah saya, masyarakat adat Papua Barat terus menderita pelanggaran hak asasi manusia,” ujarnya.

Menurut Sindy, tuduhan Vanuatu tersebut menciptakan harapan palsu dan kosong, serta hanya memicu konflik yang sedihnya mengorbankan banyak orang tak bersalah.

Sindy juga menyebut Vanuatu berupaya mengesankan dunia, seolah-olah negara ini peduli terhadap isu-isu HAM.

“Pada kenyataannya, HAM versi mereka diputar-balikkan, dan sama sekali tidak hirau atas tindak teror keji serta tidak manusiawi yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata,” katanya. (*)

Komentar

Berita Lainnya