oleh

Pemerintah Akan Naikkan Harga Pertalite Jadi Rp10.000, Solar Rp7.200

JAKARTA – Sejumlah media ternama di beberapa negara menyebutkan Pemerintah Indonesia akan menaikkan harga bahan bakar subsidi sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Disebutkan di Reuters, rencana kenaikan BBM Subsidi ini sebagai upaya mengelola tekanan fiskal dari anggaran subsidi yang terus membengkak. Bahkan, tiga anggota DPR RI yang membidangi energi mengakui hal itu dan informasi itu didapat dari pertemuan tertutup dengan perusahaan minyak negara Pertamina.

Indonesia disebut telah melipatgandakan alokasi BBM subsidi 2022 menjadi Rp502 triliun. Ini naik sekitar 16 persen dari total rencana subsidi awal. Besarnya subsidi untuk BBM itu akibat kenaikan harga minyak global dan anjloknya nilai rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dollar AS.

“Opsi yang diusulkan Pertamina adalah menaikkan harga pertalite atau bensin beroktan 90 menjadi Rp10.000 per liter dari harga sebelumnya Rp7.650. Dan harga solar yang semula Rp5.150 akan naik menjadi Rp7.200 per liter,” kata Eddy Soeparno, seperti dilansir reuters dan dikutip Elzanews grup Siverindo.co.

Baca Juga:   Semangati Verawaty, Menpora Pastikan Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan

Selain itu, Pertamina juga mengusulkan agar adaya pembatasan penjualan seperti melarang kendaraan dinas dan mobil mewah dalam mendapatkan bahan bakar subsidi.

“Kami melihat ini akan sangat merugikan masyarakat,” kata Eddy.

Sementara, presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu memberi sinyal akan ada perubahan harga BBM dalam waktu dekat. Jokowi menyebut, agar menghitung ulang rencana kenaikan jangan sampai keliru. (*/arl-Elzanews)

Baca Juga:   Pemerintah Siapkan Bonus Untuk Atlet Peraih Medali Emas Rp6 Miliar

Berita Lainnya