SIBERINDO.CO – Sebuah pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa jauh manfaatnya dirasakan oleh masyarakat sekitar. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan pentingnya integrasi sosial dalam setiap pembangunan, agar kawasan industri maupun proyek strategis tidak tumbuh terpisah dari lingkungan sosial di sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Jumhur saat menjadi pembicara kunci dalam Kongres IV Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Menurutnya, pembangunan sosial harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam investasi berskala besar.
“Sebagai contoh, dalam sebuah kegiatan industri di satu kawasan yang kemudian jadi seperti negara di dalam negara itu artinya salah. Hal itu berarti Analisis Mengenai Dampak Lingkungannya (Amdal) yang keliru. Itu terjadi karena tidak memasukkan unsur integrasi sosial dan unsur persiapan sosial,” ujar Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menilai, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari aspek ekonomi maupun pemenuhan dokumen lingkungan, tetapi juga bagaimana pembangunan tersebut mampu membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Menurutnya, salah satu tantangan dalam pembangunan saat ini adalah memastikan kawasan industri maupun proyek strategis tidak menjadi ruang yang terpisah dari masyarakat sekitar.
Menteri Jumhur menjelaskan, pembangunan yang baik harus memperhitungkan kesiapan sosial masyarakat sejak awal, sehingga keberadaan investasi dapat menciptakan manfaat bersama, bukan hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, hubungan antara pembangunan sosial dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Kualitas kehidupan masyarakat sangat bergantung pada kondisi lingkungan tempat mereka tinggal, mulai dari kualitas udara, air, hingga ruang hidup yang sehat.
“Social development seperti sanitasi dan sebagainya itu ujungnya berkaitan dengan lingkungan juga. Jadi tinggal teman-teman yang bergerak di bidang pembangunan sosial ini, indikator apa yang wajib dimasukkan ke dalam pembangunan sosial,” kata Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menambahkan, pendekatan pembangunan ke depan harus mampu menjembatani kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan dengan mengabaikan keberlanjutan lingkungan maupun kondisi masyarakat sekitar.
Menteri Jumhur juga menekankan bahwa perusahaan besar yang menjalankan investasi di Indonesia perlu menjadi bagian dari pembangunan wilayah, termasuk melalui penguatan kapasitas masyarakat dan keterhubungan dengan rantai ekonomi yang terbentuk.
KLH/BPLH terus mendorong agar investasi di Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang luas. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tumbuh bersama masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.










