MAKASSAR—Kasus anak-anak terpapar Covid-19 meningkat signifikan. Kasus ini memicu pertumbuhan klaster keluarga. Penerapan protokol kesehatan yang kurang sempurna pada anak, membuat mereka rentan terpapar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Makassar dr Nursaidah mengatakan peningkatan kasus pada anak di Makassar naik signifikan.
Kenaikan dipicu oleh varian Delta yang membuat proses penularan makin cepat. Menurut data yang dicatat Dinkes Makassar, sebut Nursaidah, pada kasus klaster keluarga ditemukan anak terinfeksi.
“Pada umumnya, virus sama semua. Jika daya tahan tubuh turun maka bisa terpapar. Nah begitupun pada anak. Karena banyaknya klaster keluarga maka otomatis jika ada anak usia di bawah 17 tahun artinya terkonfirmasi,” katanya, Sabtu (24/7/2021).
Data klaster keluarga ini belum sepenuhnya direkap. Namun pihaknya melihat ternyata banyak anak menjadi bagian dari klaster keluarga.
“Jadi di situ kesimpulannya, banyak dari klaster keluarga. Itu baru kita mau rekap datanya. Berapa persen terhadap satu keluarga yang terpapar,” ungkapnya.
Vaksinasi Anak
Nursaidah menceritakan anaknya juga terpapar Covid-19 dan sudah enam hari dirawat di rumah sakit.
“Didiagnosis tipus, awalnya demam lalu dibawa ke rumah sakit. Kemudian diswab, ternyata positif juga. Terpaksa masuk di ruangan isolasi,” kisahnya.
Dirinya juga mengonfirmasi, peningkatan itu sesuai dengan penelitian dari dokter anak yang mengatakan varian Delta cepat menginfeksi anak. Di Makassai, untuk mendeteksi varian Delta belum bisa. Fasilitas laboratorium belum mampu mendeteksi varian baru tersebut.
Timnya selama ini mengirimkan sampel ke Litbangkes untuk memeriksa validitasnya. Dan memastikan varian terbaru Delta telah masuk di Makassar. Vaksinasi terhadap anak khususnya umur 12-17 tahun tengah berjalan.
Di Makassar, kata dia, usia anak-anak yang sudah tervaksin 0,70 persen. Memang, diakuinya belum banyak, walau sosialisasi sudah jalan. Di samping itu pemberian vaksin menjadi salah satu ikhtiar untuk mencapai herd immunity. Pun, salah satu langkah agar bisa menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Dinas Pendidikan Makassar, menargetkan 38 ribu siswa SMPN, dapat menyelesaikan vaksinasi dalam dua bulan. Sejauh ini, Disdik sudah melakukan vaksinasi 1.000 siswa. Selanjutnya, bakal digelar rutin pada tiap Selasa dan Kamis.
Tercatat, vaksinasi terhadap siswa SMPN sudah dilakukan dua kali. Pertama, di SMPN 40 dan kedua di SMPN 12, beberapa waktu lalu yang bekerja sama dengan BIN.
Target 1.000 Siswa per Titik
Jumlah siswa yang sudah divaksinasi kurang lebih 1.000 orang. Selasa depan akan kembali mengadakan vaksinasi di tiga titik sekolah. Meliputi SMPN 24, SMPN 7, dan SMPN 30. Begitupun pada Kamis depan, ada tiga titik pemusatan vaksinasi di sekolah-sekolah yang dipilih.
Kabid Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan (MGTK) Disdik Makassar Pantja Nur Wahidin bilang, pekan depan vaksinasi lagi dengan menggandeng Dinkes Makassar.
Tiap titik vaksinasi ditargetkan ada 1.000 siswa yang mengikuti. Saat berlakunya vaksinasi bagi anak-anak usia 12-17 tahun di awal Juli lalu, berbagai layanan vaksinasi telah dibuka untuk mereka.
Belum diketahui, apakah ada pembeda dalam pemberian vaksin Covid-19 pada anak dengan orang dewasa. Baik itu penyuntikan vaksin, takaran dosis, tahapan skrining maupun lainnya.
Dokter Spesialis Obgyn RS Ibnu Sina Dr dr Nasrudin Andi Mappaware menjelaskan pemberian vaksin bagi anak-anak tidak memiliki perbedaan. Artinya, sama dengan orang dewasa.
Namun begitu, hal yang mesti diperhatikan jika ingin menyuntikkan, vaksinator harus melihat kesiapan pada anak-anak itu sendiri.
“Artinya begini, mereka yang ingin divaksin harus dalam kondisi yang stabil. Tidak dalam keadaan komplikasi dan sakit. Seperti demam, diare, dan flu. Nah, ini yang mesti dihindari,” katanya.
Mengapa? Sebab, jika mengalami masalah tersebut, lalu tetap divaksin, kata dia, akan menimbulkan permasalahan. Sehingga dianggap vaksin yang bermasalah. (asr)











Komentar