oleh

Dinkes Kota Ambon Kembali Laksanakan BIAN, Fokus Campak dan Rubella

AMBON–Setelah dua tahun terhenti akibat pandemi Covid-19, yang kini sudah mereda, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon kembali melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Kali ini fokus pada imunisasi Campak dan Rubella.

Wendy Pelupessy

“Ada satu kasus Rubella di bulan Maret di Hative Kecil, dan jadi KLB (Kejadian Luar Biasa),” kata Kadis Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy kepada Beranda Maluku, grup Siberindo.co di Ambon, Jumat (27/5/2022).

Wendy menyampaikan hal tersebut ketika ditanyakan tentang pelaksanaan imunisasi Campak dan Rubella, yang sedang dilaksanakan oleh tim kesehatan dari puskesmas-puskesmas pada pekan ini.

Baca Juga:   Cacar Monyet Belum Masuk Kota Ambon, Dinkes Waspada

Sebelumnya, Beranda Maluku melakukan pemantauan atas kegiatan sosialisasi BIAN dan imunisasi Campak dan Rubella di SD Inpres 57 Ambon di kawasan Riang, Desa Tawiri, oleh tim dari Puskesmas desa tersebut.

Sosialisasi dipimpin oleh dr. Armin dengan pendamping Ibu Ona Elly sebagai koordinator imunisasi Puskesmas Tawiri.

“Bulan ini Kota Ambon kembali menyelenggarakan BIAN, dan untuk kali ini kita fokus pada imunisasi Campak dan Rubella, karena ada peningkatan kasus,” katanya.

Ia mengatakan imunisasi Campak dan Rubella dilakukan setiap tahun, baik sebagai tambahan maupun pemberian baru bagi anak yang belum pernah mendapatkan. Imunisasi Campak dan Rubella ditujukan bagi anak usia 9 bulan hingga 12 tahun (semula 15 tahun). Hal ini penting mengingat penyakit itu berbahaya dan dapat berakibat kematian.

Baca Juga:   Cacar Monyet Belum Masuk Kota Ambon, Dinkes Waspada

 

“Pada ibu hamil, penyakit ini berisiko terjadinya keguguran atau bayi lahir cacat, bahkan meninggal dunia. Kalau ada gejala demam, mual, muntah, mata kuning, kejang-kejang, harus segera dibawa ke rumah sakit. Sebaiknya segera dibawa ke Puskesmas atau langsung ke rumah sakit bila gejala awal demam dan muntah-muntah sudah muncul, jangan anak sudah kejang-kejang baru dibawa, bisa terlambat (pertolongannya),” katanya.

Baca Juga:   Cacar Monyet Belum Masuk Kota Ambon, Dinkes Waspada

Ia juga menyatakan reaksi imunisasi Campak dan Rubella biasanya berupa demam dan itu hal yang normal. “Kecuali kalau timbul merah-merah pada kulit disertai demam dan mual, harus segera dilaporkan untuk ditangani secepatnya.”

Sementara itu, atas pertanyaan seorang peserta sosialisasi, Ona Elly menyatakan semua imunisasi termasuk Campak dan Rubella aman sehingga orang tua tidak perlu cemas.

“Setiap anak juga akan diperiksa kesehatannya sebelum penyuntikan. Kalau sakit, misalnya demam, batuk atau pilek, pasti kami tunda, tidak akan diberikan suntikan imunisasi,” katanya. (Berandamaluku)

Berita Lainnya