oleh

Gempa Magnitudo 5,6: Berpusat di Sukabumi, Getarannya Dirasakan Warga Hingga Ciamis

BANDUNG–Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,6 di Jawa Barat pada Selasa pukul 16.23.39 WIB diakibatkan aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,74 LS dan 106,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 km arah selatan Kota Sukabumi pada kedalaman 58 km.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan mendatar (strike slip),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno di Jakarta.

Baca Juga:   Alami Gempa Fluktuatif, Gunung Ijen Naik Level dari Normal Jadi Waspada

Gempa bumi tersebut memiliki magnitudo 5,6 kemudian diperbarui menjadi magnitudo 5. Hingga pukul 17.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sukabumi, Rangkasbitung, Bayah, Cihara, Cilograng, Panggarangan, Bogor III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan truk berlalu), Tangerang Selatan, Jakarta, Bandung II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Baca Juga:   Wilayah Tojo Una-una Guncang Lagi, Kali Ini Berkekuatan 6,5 SR

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar dia.

Getaran gempa tidak hanya sampai di Bandung. Beberapa warga di Ciamis mengatakan, ada guncangan kecil terasa menjelang magrib. Ani, seorang ibu rumah tangga, kaget saat menyiapksn buka puasa di dapur, lantai terasa goyang dan beberapa alat dapur yang digantung sempat berayun-ayun.

Di daerah Bandung hal serupa terjadi. Beberapa warga bercerita adanya getaran. Tapi ada juga warga dalam jarak yang sama tidak merasaksn getaran. Seperti dikatakan Nootbaety, warga Ujungberung Indah, “Kok yang lain ribut saya ngga merasakan apa-apa,” kata Eet.

Baca Juga:   Gempa M 5,2 Guncang Sumur-Banten, Terasa Sampai Lampung

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.(*)

Komentar

Berita Lainnya