Selanjutnya pemenang laga playoff Asia akan dipertemukan dengan peringkat kelima klasemen akhir zona Amerika Selatan.
UEA, yang pernah sekali tampil di putaran final Piala Dunia yakni di Italia pada 1990, saat ini menempati peringkat ketiga Grup A dan Selasa nanti akan bertanding melawan Korea Selatan, yang sudah pasti lolos bersama Iran
Kemenangan Irak atas UEA pada hari Kamis lalu adalah yang pertama dalam perjalanan yang bergejolak, di mana Abdulghani Shahad mengikuti jejak Dick Advocaat dan Zeljko Petrovic untuk menjadi pelatih ketiga yang memimpin tim dalam sembilan pertandingan.
Kemenangan itu membuat Irak terpaut satu poin dari UEA dan telah menyulut harapan bahwa negara itu dapat lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
“Penampilan hari ini adalah pertunjukan karakter,” kata kapten Irak Saad Abdulameer setelah menang atas UEA di Riyadh, seperti dikutip Reuters.
“Kemenangan pertama datang terlambat, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali dan kami masih memiliki peluang untuk melaju ke pertandingan berikutnya.
“Kami sangat membutuhkan kemenangan ini, dan kami masih memiliki lebih banyak untuk diberikan. Dengan pelatih Shahad banyak hal akan berubah, dan Anda akan melihat dalam beberapa hari ke depan bahwa kami akan bekerja keras dan semoga memenangkan pertandingan berikutnya.”
Sementara itu Lebanon memiliki harapan paling tipis untuk mencuri posisi ketiga, tetapi tim asuhan Ivan Hasek ini dalam posisi sulit karena harus menang telak atas tuan rumah Iran seraya berharap Irak dan UEA kalah.
Playoff antara dua tim kualifikasi Asia akan diadakan di Qatar pada 7 Juni, dengan pemenangnya bakal menghadapi salah satu antara Peru, Kolombia atau Chile dalam laga satu kali seminggu kemudian untuk mendapatkan tempat di putaran final Piala Dunia 2022. (antara/dna)










