oleh

Hanya Membayangkan, Seleknas Virtual Bikin Atlet Panahan Kurang Pede

BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Persatuan Panahan Nasional Indonesia (Perpani) Provinsi Lampung Puryoto mengakui seleksi nasional tahun ini lebih sulit dari sebelum-sebelumnya karena berlangsung secara virtual.
Hal tersebut dia sampaikan kepada lampung.siberindo, Senin (26/10/2020) pagi, di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung.
Pandemi viris Covid-19 yang masih melanda dunia saat ini juga dirasakan oleh seluruh olahragawan, termasuk olahraga panahan Lampung.
Pasalnya sudah dua kali mereka mengikuti seleksi nasional (seleknas) SEA Games, dengan menggunakan virtual.
Dilihat secara umum, seleksi menggunakan virtual tentunya banyak menguntungkan. Namun hal tersebut justru sulit dan membuat sebagian atlet kurang pede alias percaya diri.
“Sebetulnya virtual banyak membuat atlet kita kurang percaya diri dan kurang fokus. Mereka biasa berhadap-hadapan sehingga bisa melihat langsung pergerakan lawan. Dengan virtual semuanya menjadi baru dan perlu adaptasi. Hanya membayangkan. Kita bersyukur Suci dan kawan-kawan bisa mengimbangi dan hasilnya memuaskan,” kata Puryoto.
Lebih lanjut dia menjelaskan, seleksi yang mereka ikuti kemarin dari lapangan panahan branti Lampung Selatan, juga menjaga protokol kesehatan tentunya dihadiri hanya oleh atlet, pelatih, dan pengurus Perpani Lampung.
Pada seleksi yang berlangsung dua hari tersebut, untuk sementara Suci Dwi Megasari berada di peringkat 4 nasional di nomor ricuve 70 meter putri. Sedangkan Mersa Ayuni berada di peringkat 9 pada nomor yang sama, lalu Rifki berada di peringkat 16 juga di nomor ricuve 70 meter putra.

“Harapan kita ada di Suci, untuk sementara dia berada di peringkat 4. Namun nilainya belum ditambah dengan psikotes dan penilaian lainnya seperti berat dan tinggi badan serta panjang tangan. Mudah-mudahan setelah diakumulasikan semuanya, dia bisa masuk atau pringkatnya naik untuk lolos seleksi,” lanjut Puryoto. (ha)

Komentar

Berita Lainnya