JAKARTA – Libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1.412 Hijriah dikhawatirkan akan menjadi ajang akan menjadi ajang penularan Covid-19 massal.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sempat mewanti-wanti meminta Pemerintah Pusat untuk membatalkan cuti bersama.
“Sebetulnya tiga Minggu yang lalu kita sudah menganjurkan dalam rapat pertemuan dengan gugus, coba dipertimbangkan soal liburnya, libur panjangnya,” ujar Anies di Jakarta, Senin (26/10/2020).
Kendati begitu, saran Anies tak dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Akhirnya libur panjang di tengah pandemi tetap dijalankan.
“Tapi pemerintah pusat sudah memutuskan tetap jalan libur panjangnya,” katanya.
Anies mengaku menerima keputusan dari Pemerintah Pusat untuk tetap menjalankan libur panjang. Walaupun demikian, Anies meminta jajarannya bersiap jika ada klaster corona libur panjang.
“Ya sudah, keputusan pemerintah pusat itu sekarang kita jalani antisipasi semua side effect-nya,” ucapnya.
Beberapa cara yang dilakukannya adalah dengan memastikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 saat liburan tetap berjalan.
Selain itu, tempat yang bakal sering dikunjungi seperti restoran juga harus membatasi kapasitasnya.
“Kita tahu dalam ketentuannya kalau sekeluarga kan boleh bersama-sama. Kalau datang ke restoran satu keluarga kan boleh satu meja,” demikian kata Anies. (sam)











Komentar