SAMARINDA – Kasus pembunuhan seorang wanita cantik bernama Juwana (25) yang melibatkan seorang pria berinisial RS, masih dalam proses pemeriksaan lanjutan pihak Kepolisian Polresta Samarinda.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Jatanras Ipda Dovie mengatakan, keterangan dari pelaku masih sering berubah-ubah.
Karena itu pihak kepolisian masih berusaha menggali bukti yang didapat dari hasil olah TKP, yang akan dicocokan dengan keterangan RS.
Dalam penyelidikan awal, RS sempat mengaku bahwa korban merupakan kekasihnya. Namun setelah penyelidikan mendalam, pelaku diketahui berbohong.
Pihak kepolisian, katanya, sama sekali tak bermaksud memberi informasi hoaks kepada publik.
Mereka menyampaikan hal itu atas hasil pengakuan pelaku.
“Dan dari hasil pendalaman sekarang pelaku menyatakan tidak memiliki hubungan asmara dengan korban, hanya sebatas rekan kerja,” kata Ipda Dovie saat dikonfirmasi awak media DETAKKaltim.Com group Siberindo.co, Sabtu (25/9/2021) sore.
Keterangan Ipda Dovie sekaligus membantah tudingan yang menyebutkan Polisi maupun media, telah menyebarkan berita bohong.
Keterangan terkait hubungan tersangka dengan korban, sempat menjadi perbincangan di sosial media.
Ipda Dovie menjelaskan, pelaku telah merencanakan pembunuhan tersebut, dengan alasan bahwa ada customer yang akan bergabung di perusahaan mereka.
Alibi itu yang membawa korban, dibawa menggunakan mobil perusahaan.
Jadi, katanya, pelaku sudah menyiapkan senjata tajam yang akan digunakan untuk melukai korban di dalam mobil itu.
“Tapi kenyataannya itu semua skenario palsu karena memang RS sudah ada niat untuk membunuh korban tersebut lalu merampok barang mewah korban,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Juwana yang dikabarkan hilang selama 16 hari akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Jasadnya tinggal tulang belulang di tepi hutan, Jalan eks Projakal poros Samarinda-Kutai Kartanegara, di Desa Loa Lepu Kilometer 8.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Jatanras Ipda Dovie, Juwana dilaporkan hilang Kamis (9/9/2021).
Setelah menerima laporan itu, Unit Jatanras Polresta Samarinda dengan cepat melakukan penyelidikan.
Dari informasi yang didapatkan, korban terakhir kali sedang bersama pacarnya. Ada dugaan, pelaku adalah pacarnya yang berinisial RS.
“Hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan ini didasari faktor ekonomi. Jadi, pelaku mengincar harta benda si korban,” ujar Ipda Dovie.
Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan tersebut terjadi Senin (6/9/2021) sekitar Pukul 21:00 Wita.
Sebelum dibunuh, korban dibawa jalan-jalan oleh RS mengelilingi Kota Samarinda.
Sesampainya di Jalan Kadrie Oening, Samarinda Ulu, korban langsung ditusuk dua kal oleh pelaku.
Tidak berhenti sampai di situ, pelaku kembali menusuk lagi korban di bagian perutnya pada saat melintasi kawasan Bukit Pinang, Suryanata.
Awalnya, kata Dovie, pelaku mengajak jalan korban menggunakan mobil kantor. Pelaku ini kerjaannya sebagai sopir di salah satu perusahaan.
Korban ini dibunuh dengan cara ditikam dua kali di bagian bahu atas, dan ditikam lagi tepat di perut satu kali. (Siberindo.co).
Penulis : Setyo Wahyu Aditya
Editor : Lukman











Komentar