Apresiasi ini disampaikannya pàda Sabtu (24/7/2021) saat berkunjung secara virtual ke Dapur Umum PPKM Darurat di Kompleks Asia Mega Mas.
“Semangat saling membantu, gotong-royong, dan kolaborasi yang ditunjukkan Satu Hati dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19 patut diteladani. Saya, baik atas nama pribadi maupun Pemko Medan, sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada Komunitas Satu Hati,” ungkap Bobby Nasution.
Bobby mengatakan, Medan salah satu kota di luar Jawa dan Bali yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dia menyebut pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Medan cukup tinggi.
Bulan lalu, terang Bobby, pertambahan kasus per hari masih landai, yakni 40-60 per hari. Namun minggu berikutnya meningkat menjadi 90 sampai 100 kasus per hari. Terus meningkat, hingga kemarin malam pertambahannya mencapai 675 kasus per hari.
Ungkapan Walikota
“Ini bukan sekadar angka. Tapi ini nyawa, umat manusia. Mungkin ada sanak keluarga kita, anak-anak kita, adik-adik kita, orangtua kita di dalamnya. Jadi pahamilah. Oleh karena itu, mari kita sama bergandeng tangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ucap Bobby Nasution.
Hadir dalam acara luar jaringan (luring) itu antara lain Ketua Komunitas Satu Hati Sartjipto King dan Kepala BPBD Medan Arjuna Sembiring.
Dalam kunjungan ke dapur umum Komunitas Satu Hati, Bobby melihat secara virtual ibu-ibu membungkus nasi untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.
Bobby pun bertanya tentang cara membagi nasi bungkus tersebut. Dijawab Sartjipto King, pihaknya bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan.
“Kita serahkan nasi bungkus ini kepada Satgas Penanganan Covid-19 Medan untuk dibagikan kepada warga terdampak,” ucapnya.
Sartjipto menerangkan, dapur umum dibuka sejak Medan menjalani PPKM Darurat. Setiap harinya, selama PPKM Darurat, dapur umum ini memproduksi 1.000 nasi bungkus. (*)











Komentar