oleh

Mulai Agustus Bupati Belu Gratiskan Biaya Berobat Warganya

ATAMBUA – Pengobatan gratis menggunakan KTP resmi dicanangkan oleh Pemda Belu di Puskesmas Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, 26 Juli 2021.

Pengobatan gratis menggunakan KTP akan berlaku efektif per 1 Agustus 2021.

Bupati Belu, dr Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Drs Aloysius Haleserens, MM bersama Kepala BPJS kabupaten Belu dr Munaqib, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia M Saik, M Kes secara resmi meluncurkan kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:   Kuningan Tambah Ruang Isolasi Untuk Kendalikan Pandemi

“Dengan bunyi sirene ini maka mulai tanggal 1 Agustus 2021 seluruh warga yang ber- KTP Kabupaten Belu bisa merasakan program pemerintah daerah dalam masa kerja 90 hari untuk berlakunya kesehatan gratis,” kata Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Senin 26 Juli 2021 seperti dilansir Intimnews.com (group siberindo.co).

Bupati Belu menjelaskan, kesehatan gratis ini berlaku untuk skala nasional. Jika ada rujukan, dengan mengikuti regulasi yang ada maka semuanya akan tercakup program kesehatan gratis.

Baca Juga:   KPK Sita Uang dari Rumah Sekda HSU M Taufik, Adik Kandung Bupati Abdul Wahid

Melalui kerja sama pemerintah dengan BPJS Kesehatan, tidak ada aturan yang dilanggar sehingga masyarakat Belu dapat menikmati kesehatan gratis.

Kepala BPJS dr Munaqib mengatakan, pengobatan gartis berlaku di seluruh Indonesia, tidak hanya di kabupaten Belu.

“Pasien rujukan dari rumah sakit Atambua atau Belu pada umumnya, tetap menggunakan KTP sebagai jaminan,” katanya.

Baca Juga:   OTT KPK: Terungkap, Bupati Langkat Punya "Kandang Manusia" bagi Buruh Kebun Sawitnya

Kalara Lawa, warga Desa Nua Lain, Kecamatan Lamaknen Selatan Kabupaten Belu dengan rasa senang dan terharu, berterima kasih kepada Pemda Belu atas adanya program kesehatan gratis ini.

“Selama ini kita pake BPJS kesehatan yang berbayar. Dengan adanya program kesehatan gratis ini beban kami sangat berkurang untuk memikirkan kesehatan dan keselamatan keluarga,” ujarnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya