oleh

Lapang Futsal Disulap Jadi Shelter Isolasi Mandiri

PARONGPONG–Sebuah lapang futsal di Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) disulap jadi shelter isolasi mandiri (Isoman) pasien Covid-19.

Alih fungsi sarana olahraga menjadi tempat rawat warga terpapar Corona ini bertujuan menekan angka kematian pasien yang menjalani isoman.

Diketahui, meningkatnya angka kasus Covid-19 di beberapa daerah termasuk di KBB membuat banyak pasien memutuskan isoman karena kondisi rumah sakit penuh.

Namun, langkah isolasi mandiri kerap tak dibarengi prosedur dan penanganan tepat, sehingga banyak ditemukan warga meninggal saat isolasi.

“Hadirnya shelter ini saya harap bisa lebih aman dan efektif saat pasien isolasi. Mudah-mudahan bisa menekan juga angka kematian pasien isoman dan mereka cepat sembuh,” kata Camat Iwan Mustawan Azis, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga:   Wantanas Proyeksikan Jabar Percontohan Penanganan Covid-19

Shelter isolasi mandiri itu dipakai bagi warga yang tak memiliki tempat representatif di rumah.

Tempat itu disiapkan bisa menampung sebanyak 20 pasien dengan gejala ringan.

“Kami menggunakan gedung serbaguna Desa Ciwaruga yang biasa dipakai lapang futsal. Tempat ini bisa menampung 20 pasien OTG. Jika pasien meningkat, kami tambah lagi 20 jadi maksimal menampung 40 pasien,” ujarnya.

Ketua Satgas Covid-19 Puskesmas Ciwaruga dr. Indria mengatakan pembuatan shelter berguna untuk mengefektifkan proses isoman dan menekan jatuhnya korban.

Baca Juga:   Masuk Malioboro Harus Bawa Kartu Vaksin

Menurutnya, isolasi mandiri itu harus memenuhi tiga kriteria, yaitu rumah pasien memungkinkan karena memiliki beberapa ruangan.

Punya lingkungan yang mendukung atau tidak ada penolakan, serta tidak ada anggota keluarga ibu hamil, lansia, dan punya penyakit komorbid di dalam satu rumah.

“Tiga kriteria ini harus dipenuhi. Makanya jika tidak memenuhi kita dorong memakai shelter ini,” katanya.

Indria mengakui, kasus warga meninggal saat isolasi mandiri memang cukup tinggi.

Di Parongpong, puncaknya terjadi pada bulan Juli, tercatat hampir setiap hari di tiga desa dilaporkan ada seorang warga meninggal dunia.

Baca Juga:   Bupati Magetan Kembangkan Dua Puskesmas Jadi RSUD Type D

Kasus meninggal saat isoman sedang terus didata. Karena tidak semua masyarakat yang terpapar mau lapor.

“Ada 60 persen masyarakat yang terpapar tidak mau melapor. Jadi rata-rata kami baru tahu kalau warga itu harus dimakamkan dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Jumlah kasus aktif per Jumat (23/7/2021), di Desa Sariwangi 116 kasus, Ciwaruga 50 kasus, dan Cigugur 20 kasus.

“Mereka semua mayoritas isolasi mandiri karena kategori hijau atau gejala ringan hingga sedang,” katanya. (*/ayobandung.com)

Komentar

Berita Lainnya