JAKARTA – Seorang kolonel dan dua kopral diperiksa intensif oleh Polisi Militer, kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Prantara Santosa, sebagaimana dilansir situs resmi tni.mil.id, Jumat (24/12/2021).
Tiga anggota TNI ini diduga kuat terlibat kasus tabrak lari atas dua remaja di Nagreg, Bandung.
Ketiga anggota TNI itu adalah Kolonel Infanteri P dari Korem Gorontalo, Kodam Merdeka. Ia diperiksa oleh Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado, Sulawesi Utara.
Lalu, Kopral Dua DA (Kodim Gunung Kidul, Kodam Diponegoro), tengah diperiksa Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.
Kemudian, Kopral Dua A (Kodim Demak, Kodam Diponegoro), diperiksa Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.
Prantara menambahkan, Panglima TNI telah memerintahkan Penyidik TNI & TNI AD serta Oditur Jenderal TNI memberikan hukuman tambahan berupa pemecatan atas tiga anggota TNI AD tersebut.
Kecelakaan dialami dua sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Mayat keduanya ditemukan di Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, beberapa hari setelah kecelakaan.
Salah satu pelaku diduga merupakan seorang oknum perwira TNI AD yang bertugas di Komando Resor Militer 133/Nani Wartabone (Korem 133/NWB) Gorontalo.
Danpomdam XIII/Merdeka Kolonel Cpm R Tri Cahyo, Jumat (24/12/2021) mengatakan hal itu sedang didalami.
Menurutnya, benar tidaknya pelaku yang diduga merupakan oknum perwira di Korem 133/NWB masih dalam penyelidikan.
Handi dan Salsabila ditemukan tewas di aliran Sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah pada 11 Desember 2021.
Keduanya diketahui dibuang di Sungai Serayu setelah menjadi korban laka lantas di Nagreg Jawa Barat pada 8 Desember 2021.
Hasil penyelidikan Polresta Bandung dan Pomdam III/Siliwangi, pelaku yang menabrak Handi Saputra (16) dan Salsabila (14) lalu membuang korban ke Sungai Serayu.
Peristiwa itu terjadi Rabu 8 Desember 2021 sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Nagreg dekat depan SPBU Ciaro Kampung Tegal Lane RT 02/07, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Korbannya, Handi Saputra (16), pelajar, warga Kampung Cijolang RT 03/01, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut dan Salsabila Umur (14), pelajar, warga Kampung Tegalane RT 02/07, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Tiga hari kemudian, warga Cilacap, Jawa Tengah, dihebohkan oleh penemuan mayat perempuan pada Sabtu 11 Desember 2021 sekitar pukul 13.00 WIB di muara Sungai Serayu, Dusun Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 09.30 WIB, ditemukan mayat laki-laki di pinggir Sungai Serayu, Kampung Grumbul Cibali, Desa Banjarparakan RT 02/05, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan fakta dan data di atas, dilaksanakan koordinasi antara penyidik Pomdam III/Siliwangi dengan Satuan Reskrim Polresta Bandung pada Rabu 22 Desember 2021.
Penyelidikan awal dari hasil koordinasi antara Penyidik Pomdam III/Siliwangi dengan Satreskrim Polresta Bandung terkait bukti-bukti permulaan dan petunjuk yang ada di tempat kejadian perkara (TKP).
Fakta yang diperoleh di TKP, kendaraan roda empat jenis Izusu Panther nopol B 300 Q yang ditumpangi tiga orang menabrak kendaraan roda dua jenis Suzuki FU noppol D 2000 RS yang dikendarai Handi membawa Salsabila.
Saat hendak menyeberang ke arah Garut tiba tiba datang Isuzu Panther warna hitam nopol B 300 Q menabrak motor dikendarai Handi.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka selanjutnya diangkut ke dalam kendaraan yang menabrak.
Setelah itu, pelaku yang menabrak dan korban tidak diketahui keberadaannya.
Penanganan kecelakaan lalu lintas ditangani oleh Unit Lantas Polsek Nagreg dan perkara dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Satlantas Polresta Bandung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal para saksi di TKP ditemukan fakta, pelaku menggunakan mobil Izusu Panther berwarna hitam, cutting stiker hitam dop, nopol B 300 Q.
Pengendara dan penumpang mobil berjumlah tiga orang, dua di antaranya berbadan tinggi besar berambut cepak, dan satu orang lainnya berbadan kurus berambut cepak dengan memakai headseat.
Satu orang memakai baju warna putih, sedangkan dua orang lainnya memakai kameja bercorak motif warna gelap.
Dalam video amatir di TKP menunjukkan pelaku turun dari mobil dan sempat mengangkat korban naik ke mobil Izusu Panther tersebut.
Setelah kecelakaan, korban dibawa oleh pelaku dengan alasan akan diantar ke rumah sakit terdekat.
Namun keluarga korban yang mencari di berbagai RS setempat tidak menemukannya. Hingga muncul berita penemuan dua mayat pada tanggal 11 Desember 2021 di daerah Cilacap dan Banyumas.
Pada 17 Desember 2021 pihak keluarga korban dan Penyidik Polresta Bandung mengecek korban tersebut.
Ternyata, kedua mayat tersebut merupakan korban kecelakaan di Jalan Raya Nagreg dekat depan SPBU Ciaro Kampung Tegallane RT 02/07 Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. (*/Siberindo.co)





