JAKARTA – Dunia maya heboh oleh tindakan keras yang menewaskan seokor anjing bernama Canon, di Aceh Singkil, Aceh.
Warganet pun lantas menyinggung anjing yang banyak berkeliaran di
Tanah Suci, Mekkah.
Seorang netizen mengunggah foto seekor anjing di pelataran Masjidil Haram.
Padahal, Masjidil Haram diketahui merupakan tempat paling suci bagi umat Islam dan anjing merupakan binatang najis.
Akun Twitter @jondriefendi26 menyebutkan, foto anjing di Masjidil Haram itu ia ambil kala menunaikan ibadah haji pada 2017 silam.
“Waktu haji 2017 saya pribadi temukan anjing ini dalam Masjidil Haram dan saya lapor sama askar (polisi di Mekkah) dia bilang no problem,” tulisnya.
Berbagai komentar pun bersahutan, pro dan kontra, ada yang menyebut itu foto editan, ada pula yang menyatakan anjing pun mahluk tuhan, jadi sama haknya dengan hewan lain.
Terkait kasua Canon, anjing yang mati di tangan Satpol PP, seorang netizen menyindir, “Askar di Mekkah kalah Islam oleh Satpol PP Aceh.”
“Wajar, itu binatang najis. Itu di Aceh, yang bersyariah. Di lokasi wisata halal pula,” tulis sebuah akun mennimpali.
Warganet menyoroti kematian seekor anjing di Kabupaten Aceh Singkil yang bernama Canon setelah ditangkap Satpol PP pada Selasa (19/10/2021).
Canon adalah seekor anjing jantan di salah satu resor di lokasi objek wisata Pulau Panjang, Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.
Di video yang beredar, terlihat sejumlah anggota Satpol PP mengeliling Canon dan salah satu dari mereka mengarahkan kayu dengan ujung bercabang ke arah Canon.
Menurut pemilik akun @rosayeoh, Canon dimasukkan keranjang dan dibawa pergi oleh Satpol PP.
Ia juga menyebut Canon mati setelah dibawa pergi petugas karena tak bisa bernapas.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Hubungan Antar Lembaga Dinas Satpol PP dan WH Aceh Singkil, Abdullah Z membantah kabar yang menyebut anggotanya menganiaya Canon.
Menurutnya anggotanya ada yang memegang kayu untuk menaklukkan anjing dan untuk berjaga-jaga karena anjing itu terus melawan.
Kepala Satpol PP Aceh Singkil Ahmad Yani berdalih Canon mati karena stress saat akan direlokasi.
Ia mengaku anggotanya membawa kayu untuk membela diri dari gigitan Canon. Ia membantah jika kayu itu untuk memukul Canon.
Di dunia maya, sudau lebih dari 60 ribu netizen menandatangani petisi tuntutan proses hukum kasus kematian anjing Canon.
Petisi di laman change.org ini sudah ditandatangani setidaknya 69.062 orang hingga Senin (25/10), pukul 13.57 WIB.
Petisi tersebut diinisiasi Roger Paulus Silalahi. Petisi menuntut proses hukum terhadap Satpol PP Aceh sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Canon.
“Terapkan KUHP Pasal 302 dan semua pasal terkait penyiksaan hewan peliharaan. Kepala Satpol PP Aceh Singkil, harus bertanggungjawab atas insiden ini,” tulis Roger dalam petisinya.
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun angkat suara. Melalui instagram pribadinya, ia mengecam keras video Canon tersebut.
Hotman terang-terangan ikut prihatin terhadap penyiksaan hewan itu. Penganiayaan itu dinilainya sangat kejam.
Hotman menulis, anjing adalah salah satu ciptaan Tuhan, yang sangat setia kepada majikannya.
“Mulai lah kita hidup berbudaya, janganlah melakukan penyiksaan. Dari segi pemandangan mata pun itu sangat menjijikan,” ujar Hotman melalui @hotmanparisofficial, Senin (25/10/2021). (*)
– Dari berbagai sumber









Komentar