oleh

Tak Ingin Kasus Penahanan Ijazah Meluas, Wali Kota Bengkulu akan Surati Presiden

BENGKULU – Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan kembali meminta kepada seluruh pihak sekolah, SD, SMP, SMA negeri agar menyerahkan dan tak menahan ijazah siswa-siswinya.

“Tolong, sangat minta tolong (sambil memohon dengan menunduk) berikanlah ijazah mereka, jangan ditahan. Itu hak siswa,” kata Helmi, Rabu (25/8/2021).

Helmi mengungkapkan bahwa semua bangunan, pakaian hingga gaji pegawai ialah uang rakyat.

Baca Juga:   Milenial Sumsel Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024

“Saat ini, rakyat sedang tidak berdaya, bukan tak mau membayar tetapi sedang tidak berdaya. Maka dari itu, berbaik hatilah dengan memberikan ijazah, jangan mempersulit,” tuturnya.

Fenomena ijazah ditahan pihak sekolah bukan saja terjadi di Kota Bengkulu.

“Di wilayah lain di Indonesia juga ada, seperti di Jogja, Sumut, Sumbar dan semuanya itu masuk ke hp saya dan ini membuktikan ijazah yang ditahan terjadi dimana-mana,” katanya.

Baca Juga:   Jawab Pemberitaan Miring, PT ADK Tak Pernah Mengalifusungsikan Lahan Trans Lapindo

Gerakan Helmi ini ialah untuk menggugah peduli sesama melalui gerakan visi kemanusiaan.

“Jadilah orang baik disaat rakyat dalam keadaan susah seperti ini. Inilah pesan dari tanah kelahiran sang saka merah-putih,” tuturnya.

Bahkan, agar seluruh siswa-siswi di Indonesia tak ditahan ijazahnya oleh pihak sekolah, Helmi berencana menyurati pemerintah pusat.

“Nanti kita akan surati Pak Presiden Joko Widodo, agar siswa-siswi tak mengalami hal serupa apalagi mereka warga tak mampu,” ujarnya. (**)

Komentar

Berita Lainnya