BANDA ACEH – Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Sigli-Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) diresmikan Presiden Joko Widodo Selasa (25/8). Pelaksanaan peresmian jalan tol sepanjang 13,5 kilometer itu dilakukan di di Gerbang Tol Blang Bintang, Banda Aceh, NAD.
“Ini merupakan tol pertama yang mampu direalisasikan pemerintah di sisi barat Indonesia. Pembangunan tol ini tergolong cepat dan dalam konteks terkini untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, adanya tol ini sangat membantu transportasi, distribusi barang dan logistik, serta mobilisasi masyarakat,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir saat mendampingi presiden Jokowi.
Pembangunan JTTS ruas Sigli-Banda Aceh itu merupakan bagian dari proyek strategis nasional untuk menghubungkan ujung timur dan barat Sumatera ini melibatkan peran besar BUMN. Selain Adhi Karya sebagai kontraktor, Kementerian BUMN juga mengucurkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun ke pemilik JTTS, Hutama Karya untuk penyelesaian tol pertama di Aceh ini.
” Peningkatan layanan infrastruktur transportasi ini sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional. Selain untuk pemerataan pembangunan di Indonesia, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol juga akan mendukung jalur logistik dan distribusi barang-barang kebutuhan, serta mempercepat mobilitas masyarakat.. Dukungan yang diberikan BUMN untuk penyelesaian infrastruktur jalan tol ini sangat maksimal,” tambahnya.
Tol Sigli – Banda Aceh terdiri dari 6 seksi yaitu seksi 1 Padang Tiji – Seulimum sepanjang 24,3 km, lalu seksi 2 Seulimum – Jantho sepanjang 7,6 km, dan seksi 3 Jantho–Indrapuri sepanjang 16 km. Ada lagi seksi 4 Indrapuri–Blang Bintang sepanjang 13,5 km, ditambah seksi 5 Blang Bintang – Kuta Baro sepanjang 7,7 km serta seksi 6 Kuto Baro –Baitussalam sepanjang 5 km.
Dengan rampungnya seksi 4 ini, diharapkan meningkatkan konektivitas dari Banda Aceh ke Sigli, pun sebaliknya dari Sigli-Indrapuri ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
“Seksi 4 ini lebih dahulu diprioritaskan karena dekat dengan Bandara. Hal ini sangat penting untuk kelancaran transportasi serta menunjang sektor-sektor lain, seperti pariwisata yang diharapkan segera pulih dalam kenormalan baru ini,” ungkap Erick Thohir yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.(*/arl)











Komentar