MAJENE – Upaya pencarian Borahing (44 tahun) yang hilang di perairan Majene, Sulawesi Barat, akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sekira 1,8 kilometer dari lokasi kejadian.
“Korban atas nama Borahing, ditemukan 1 Nautika Mill (1,8 kilometer) arah barat daya dari lokasi kejadian,” kata Kepala Basarnas Mamuju Muhammad Arif Anwar, Jumat siang (25/2/2022).
Korban dinyatakan hilang, setelah sampan yang ditumpanginya sepulang mencari ikan, terbalik akibat hempasan gelombang, Selasa malam (22/2/2022), sekira pukul 19:00 Wita.
Muhammad Arif menuturkan, korban ditemukan di wilayah perairan Desa Bababulo Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Jumat pagi (25/2/2022) sekira pukul 07:10 Wita.
“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban Korban dalam keadaan MD (meninggal dunia) pada posisi 03°32’01.93″S – 118°52’05.37″E, Radial 204,71°. Selanjutnya korban dievakuasi ke pihak keluarga,” ujarnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Muhammad Arif mengimbau warga yang beraktivitas di wilayah perairan, untuk mewaspadai perubahan cuaca yang tidak menentu.
“Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR kali ini, semoga kerjasama dan sinergitas tetap terjalin dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan,” katanya.
Kasat Polair Polres Majene, AKP Safruddin mengungkapkan, saat kejadian, korban bersama rekannya bernama Rendi (16 tahun). Keduanya menumpangi dua sampan berbeda.
“Setelah radius beberapa meter dari pinggir pantai, dia (korban) dapat ombak besar, yang satu temannya selamat, sementara korban tenggelam, sebab dia tidak bisa berenang,” kata Safruddin, Rabu (23/2/2022).
Korban adalah warga Tanjung Pelayar, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan.
Keberadaan korban di Majene, lantaran sedang berkunjung ke rumah kerabatnya.
Korban bukan nelayan, namun hobi mencari ikan menggunakan perahuk ecil. (Paceko.com/thaya/sur)










