DENPASAR – Seorang warga negara Rusia yang didaftar oleh Interpol sebagai buronan di kampung halamannya, ditangkap di Bali, Rabu (24/2/2021), setelah 13 hari melarikan diri bersama rekannya untuk menghindari deportasi.
Andrei Kovalenka, yang menggunakan alias Andrew Ayer, ditangkap pada 2019 dan didakwa memiliki lebih dari 500 gram ganja.
Dia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara, meskipun biasanya tuntutannya minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
Setelah menyelesaikan hukumannya, dia menunggu dideportasi ke Rusia pada 11 Februari.
Namun ia kabur saat pemindahan dari kantor imigrasi ke tempat lainnya ketika dia dikunjungi oleh rekannya dari Rusia, Ekaterina Trubkina.
Kepala Divisi imigrasi Bali Eka Budianto mengatakan keduanya ditangkap di sebuah vila pada Rabu (24/2021) pagi setelah berpindah tempat agar tak dapat dideteksi keberadaannya.
Mereka sedang menunggu dideportasi ke Rusia. Polisi menolak mengatakan tuduhan apa yang dikenakan terhadap Kovalenka atas pemberitahuan Interpol itu.
Di Jakarta, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan Andrew ditangkap tim gabungan Mabes Polri, Resmob Polda Bali, dan pihak imigrasi.
Argo Yuwono menjelaskan, Andrew Ayer ditangkap di sebuah villa di Kuta Utara, dini hari Rabu. Saat diciduk, Andrew tak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Kantor Imigrasi.
Selain menciduk Andrew, tim gabungan juga menangkap seorang wanita yang diketahui sebagai pacarnya, yakni Ekaterina Trubkina. Pacar Andrew diduga ikut terlibat dalam pelarian Andrew.
Andrew Ayer melarikan diri ketika hendak dipindahkan dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar karena keterbatasan ruang detensi yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.
Saat proses administrasi pemindahan, yang bersangkutan dijenguk oleh rekan wanitanya yang bernama Ekaterina Trubkina sekitar pukul 13.20 WITA.
Setelah dijenguk oleh rekan wanitanya tersebut, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka menjalankan proses pemeriksaan kembali oleh petugas.
Namun saat proses pemeriksaan berlangsung, Andrew menyelinap dari dalam ruang pemeriksaan dan melarikan diri. (*)











Komentar