oleh

Diresmikan Presiden, Napun Gete Bisa Jadi Ikon Baru Pariwisata di Sikka Flores

MAUMERE – Bendungan Napun Gete, di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, telah diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Selasa (23/2/2020).

Bendungan itu pun sudah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Sikka.

Menurut Presiden, dari tujuh bendungan, sudah ada dua yaitu Raknamo dan Rotiklot yang telah rampung.

Bendungan Raknamo di kabupaten Kupang sudah selesai pada 2018 kemudian bendungan Rotiklot di kabupaten Belu juga sudah selesai pada 2019.

“Sekarang Kita patut bersyukur bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka juga sudah selesai,” tambah Presiden.

Baca Juga:   Gunung Ile Lewotolok Flores Meletus Lagi, Warga Diminta Waspada

Jokowi menilai kemampuan bendungan Napun Gete tersebut adalah sebuah lompatan yang tidak kecil.

“Tetapi produktivitas itu betul-betul harus dimunculkan. Jangan hanya pertaniannya saja, limbah pertanian bisa dipakai untuk makanan ternak,” tambah Presiden.

Publikasi resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, Bendungan Napun Gete dirancang mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektar. Luas genangan bendungan ini mencakup 99,78 hektar (Ha).

Menurut Menteri Basuki, keistimewaan Bendungan Napun Gete adalah base flow-nya lebih bagus dari Rotiklot di Kabupaten Belu dengan kapasitas tampung 3,3 juta m3 dan Raknamo di Kabupaten Kupang yang memiliki kapasitas 13 juta m3.

Baca Juga:   Awas! Sampai Akhir Pekan Siklon Tropis Masih Mengamuk di NTT

Selain untuk irigasi, bendungan multifungsi ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku di Kabupaten Sikka sebanyak 214 liter per detik.

Napun Gete juga berfungsi sebagai pengendali banjir, 219 m3/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Selain itu, bendungan ini juga berguna sebagai lahan konservasi serta pariwisata, sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca Juga:   Kepala SD Inpres Tewas Ditikam Orangtua Siswa yang Kalap

Bupati Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengungkapkan, air bendungan itu juga diperuntukkan pelayanan air minum bagi 200.000 jiwa atau 2/3 penduduk Kabupaten Sikka.

Kemudian, potensi listrik 0,1 megawatt untuk pengelolaan bendungan, pengembangan sektor kepariwisataan, dan pengendalian banir daerah hilir.

Pembangunan bendungan Napun Gete menggunakan biaya APBN senilai Rp880 miliar yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) sejak Januari 2017. (*)

Komentar

Berita Lainnya