oleh

Lansia Tewas Dikeroyok, 14 Anak Muda Ditangkap, 5 Jadi Tersangka

JAKARTA – Seorang pria lanjut usia,  Wiyanto Halim (89) tewas setelah dikeroyok anak-anak muda di Jalan Pulokambing, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022) dini hari.

Polisi menetapkan lima tersangka, setelah memeriksa 14 saksi. Besar kemungkinan, jumlah tersangka bertambah.

“Sampai dengan hari ini Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan lima  tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan saat konferensi, Selasa (25/1/2022).

Zulpan mengatakan, kelima tersangka bukan provokator dalam aksi pengeroyokan berujung maut tersebut.

Mereka adalah orang yang terprovokasi saat melihat korban diteriaki sebagai maling.

“Lima orang ini terbukti melakukan kekerasan, mereka mengakui melakukan itu akibat provokasi,” ujar Zulpan.

Baca Juga:   Mantan Istri Pangeran Qatar Tewas Karena Overdosis Obat

Kelima tersangka merupakan anak muda, mereka adalah TJ (21), JI (23), RYM (23), MA (18), dan MJ (18).

Wiyanto Halim tewas dikeroyok di Jakarta Timur. Ia sedang mengendarai mobil saat sekelompok pemotor mengejar dan meneriakinya sebagai maling.

Pengeroyokan terjadi di Jalan Pulo Kambing, Cakung, Jaktim, pada Minggu (23/1/2022), sekitar pukul 02.30 WIB.

Warga di sekitar lokasi tersulut amarahnya oleh teriakan “maling” itu dan mengejar korban. Mobil korban akhirnya diberhentikan dan korban dikeroyok hingga meninggal dunia di lokasi.

Polisi pun mengamankan 14 orang terkait kasus tersebut. Para terduga pelaku pengeroyokan menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

“Terkait hal ini, kami sudah melakukan pemeriksaan dan masih berlangsung ada 14 orang yang sudah kita amankan dan periksa terkait hal ini. Semuanya masih di Polres Jaktim sekarang ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/1/2022).

Baca Juga:   Butet Angkat Bicara: Jalan Seni Budaya Bisa Redam Aksi "Klithih"

Lima orang  telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan maut. Salah satunya pengendara motor yang memprovokasi warga dengan meneriaki korban ‘maling’.

Saat pengejaran berlangsung, tampak sebuah mobil patroli polisi mengikuti rombongan pemotor yang mengejar mobil korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan, mobil polisi itu sedang patroli.

Saat itu, katanya, polisi menerima laporan terkait dugaan pencurian mobil. Kemudian, petugas langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:   Tersangka Penganiayaan Dua Anggota TNI di Bukit Tinggi Jadi 5 Orang

“Anggota Polsek Pulogadung sedang patroli, meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dibantu anggota Polsek Cakung,” kata Zulpan, Selasa (25/1/2022).

Namun, kata dia, di sekitar lokasi, polisi menemukan satu unit Toyota Rush warna abu-abu metalik nopol B 1859 SYL yang tengah diamuk massa.

Keluarga mengungkap kondisi jasad Wiyanto Halim setelah dikeroyok massa itu sebagai sangat parah.

“Kepalanya robek, mukanya penyok gitu, tulang belakang hancur, dadanya mungkin hancur juga, kupingnya bengkak ada pendarahan, ya sampai segitunya. Pokoknya tulang belakangnya hancur, itu diinjak-injak kayanya,” kata anak korban, Bryana Halim. (*/Siberindo.co)

dari berbagai sumber

Berita Lainnya