oleh

Bentrok Maut di Sorong: 17 Korban Tewas adalah Awak Band, Penyanyi, Penari dan DJ

JAKARTA – Tujuh belas korban tewas dalam insiden pembakaran karaoke Double O di Sorong, Papua Barat, sama sekali tak ada kaitan dengan bentrok antarkelompok yang beujung maut itu.

Ke-17 korban itu adalah orang-orang yang bekerja di tempat hiburan tersebut.

Mereka adalah pemain band, penyanyi, joki cakram (disc-jokey), penari, bartender, dan pemandu lagu.

Para pekerja seni ini pun berasal dari berbagai daerah, antara lain dari Surabaya, Bandung, Pontianak, Medan, dan dari Sorong.

Mereka terperangkap di satu ruangan di lantai dua tempat hiburan itu saat kebakaran terjadi.

Para korban tak bisa menyelamatkan diri, karena hanya ada satu akses keluar-masuk, dan sudah terbakar.

Foto-foto para korban pun beredar luas di media sosial. Satu korban tewas disebut seorang DJ asal Padang, Sumatra Barat (Sumbar) bernama Indah Cleo.

Baca Juga:   Jejak Karir Reza Artamevia di Dunia Tarik Suara

Selain Indah Cleo, beredar pula daftar nama-nama para korban di antaranya, Mimi (perempuan) yang disebut sebagai dancer atau penari, Afifa asal Bandung, penari; Rista asal Kalimantan yang juga penari.

Selanjutnya Ami, perempuan asal Medan yang disebut vokalis, Meilan asal Kalimantan, vokalis.

Lalu, Kris asal Surabaya, vokalis; Dezra asal Surabaya, gitaris; Yanra, asal Surabaya, pemain bass dan Soni asal Surabaya, drummer.

Kemudian, Klara asal Bandung yang bekerja sebagai LC; Fikram asal Sorong, bartender, Ica asal Sorong, waitress; Nanin asal Bandung, penari.

Selain itu, Edith Tri Putra, Ferman Syahputra dan Ridwan Dodoh yang disebut sebagai penyedia minuman di Double O.

Polisi belum menyampaikan secara resmi nama-nama korban bentrokan di Sorong.

Kapolda Papua Barat Irjen (Pol) Tornagogo Sihombing meminta proses identifikasi jenazah korban dan olah tempat kejadian perkara segera dilakukan.

Baca Juga:   Seorang Nenek Dijambret, Tewas, Pelakunya Ditangkap Tekab 308

Tornagogo mengatakan, Tim Disaster Victim Investigation (DVI) akan berkoordinasi langsung dengan Mabes Polri, khususnya untuk identifikasi 17 jenazah yang terbakar di tempat hiburan itu.

“Kami harus pastikan ini dari keluarga siapa, saat ini kita sudah dapat 17 jenazah,” ujar Tornagogo, Selasa (25/1/2022).

Tornagogo menegaskan, jumlah korban tewas dalam bentrokan itu adalah 18 orang.

Setelah proses identifikasi, para korban akan segera diserahkan ke keluarga masing-masing.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, dilaporkan ada 17 jenazah ditemukan dalam keadaan hangus dan sulit dikenali.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, polisi berupaya mencegah bentrok susulan dengan merangkul tokoh agama, masyarakat dan tokoh adat.

“Polda jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah ada aksi balasan atau aksi lainnya,” kata Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga:   2021, Papua Barat Optimalisasi Pelaksanaan DAK dan DD

Polda Papua Barat jajaran juga telah bertemu perwakilan kedua kelompok yang bertikai hingga pembakaran tempat karaoke Double O di Jalan Sungai Maruni.

Polisi mengingatkan agar kedua kelompok untuk tidak lagi melakukan aksi apa pun yang melanggar hukum.

Menurut Dedi, polisi juga telah melakukan penyelidikan serta penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dari peristiwa yang mengakibatkan 18 orang meninggal dunia tersebut.

Diketahui sampai saat ini korban tewas akibat bentrokan tersebut berjumlah 18 orang.

Dari jumlah korban tersebut, satu meninggal dunia akibat bentrokan sedangkan lainnya diduga akibat terbakar di tempat hiburan tersebut.

Polda Papua Barat dan jajaran saat ini juga mencari pelaku dan aktor intelektual dari bentrokan tersebut. (*/Siberindo.co)

dari berbagi sumber

Berita Lainnya