oleh

Viral, Massa Berjubel Tak Indahkan Protokol Kesehatan di Karawang

KARAWANG – Massa berjubel di sebuah arena pondok pesantren di Kawarang, akhir pekan lalu, jadi perbincangan di media sosial, karena dianggap abai protokol kesehatan.

Pada saat sama, Kabupaten Karawang disorot berkaitan dengan lompatan tertinggi kasus Covid-19, yang menembus angka lebih dari 8.000.

Sebuah foto beredar di sebuah akun facebook, menggambarkan kerumunan massa, yang diunggah seorang netizen memunculkan berbagai komentar yang intinya menyesalkan insiden itu.

Pada keterangan foto itu disebutkan, ribuan orang berkerumun di kompleks Pondok Pesantren Al-Baghdadi di jalan Proklamasi, Desa Amandari, Rengasdengklok, Karawang.

Sementara Pemerintah Kabupaten Karawang sedang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) karena masih dalam zona merah.

Foto itu diunggah akun Andi Baina Azis di group Facebook Jemaah Dzikir Manaqib Al- Baghdadi.

Baca Juga:   Dr Andani Khawatir Sumbar Alami Tsunami Covid-19 Seperti di India

“Semoga jamaah majelis dzikir lautan cinta Ujung Kulon bisa ke tempat ini lagi, untuk melepaskan dahaga rindu dan menerima kajian cinta dari abah yai Junaidi Al-baghdadi, dan semoga semua jamaah dzikir manaqib di istiqomahkan dan dikabulkan segala harapannya. Aammiinn,” tulis akun bernam Andi Baina Azis.

Senada, akun Facebook Kasmin Khodiri pun menggugah foto yang sama.

“Malam Minggu Kliwon semoga istikomah kita, tercapai mendapatkan barokah guru dan orang tua,” tulisnya. Unggahan ini disukai oleh lebih 300 netizen, 14 komentar dan 4 kali dibagikan.

Sementara itu akun Facebook Asep Irawan Syafei mengkritisi kegiatan yang dinilai mengabaikan protokol kesehatan itu.

“Satgas Covid & Pihak Kepolisian semestinya menindak tegas ribuan kerumunan orang tsb. apalagi yang hadir diduga dari luar Karawang,” tulisnya.

Baca Juga:   Dr Andani Khawatir Sumbar Alami Tsunami Covid-19 Seperti di India

Ia menambahkan, dirinya kesulitan mencari jalan pulang karena akses jalan ditutup di sejumlah arah.

“Sejumlah pelaku usaha juga harus kehilangan mata pencaharian akibat penutupan jalan, pelarangan jualan, yang hajatan dibatasi bahkan dilarang. Sementara yang itu dibiarkan,” tuturnya.

Ade Permana Ketua GP Ansor Kabupaten Karawang, menyatakan di masa pandemi ini seharusnya semua mentaati apa yang sudah ditetapkan pemerintah.

Apalagi saat ini Karawang dalam keadaan zona merah yang setiap hari penyebaran virus Corona terus meningkat.

“Kamu minta pak Kapolres segera memanggil pihak penyelenggara pengajian di Ponpes Al-Baghdadi,” tegas Ade Permana, Minggu (24/1/2021).

Sepanjang pekan lalu Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatatkan rekor tertinggi kasus Covid-19.

Baca Juga:   Dr Andani Khawatir Sumbar Alami Tsunami Covid-19 Seperti di India

Kabupaten Karawang di Jawa Barat, mencatat rekor tertinggi kasus Covid-19.

Pada Selasa (19/1/2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Karawang bertambah 185 orang.

Sementara pada Minggu dan Senin, jumlah pasien bertambah 118 dan 184 kasus. Jumlah total kasus Covid-19 di Karawang saat ini sebanyak 8.057.

Dari jumlah itu, 1.121 orang masih dalam perawatan, 6.661 sembuh, dan 275 orang meninggal dunia.

Jumlah yang meninggal bertambah 5 orang dari hari sebelumnya.

“Peningkatan kasus tersebut masih didominasi oleh klaster industri,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Karawang Fitra Hergyana, Rabu (20/1/2021).

Data Pantauan Covid – 19 Kabupaten Karawang per hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021, mencatat sebanyak 8.413 orang terkonfirmasi positif dan 295 orang meninggal.(red)

Komentar

Berita Lainnya