oleh

Gus Tutut Jadi Menteri Agama, Ini Kata Ulil Abshar Abdalla

Ulil Abshar AbdallaJAKARTA – Sesaat setelah Yaqut Cholil Quomas dilantik sebagai Menteri Agama, Rabu (23/12/20), cendekiawan Islam Ulil Abshar Abdalla, langsung buka suara mengenai tokoh yang akrab disapa Gus Tutut ini.

“Langkah Jokowi saya anggap tepat. Ini lebih konsisten dan sesuai dengan (sebut saja) politik kebhinnekaan pemerintah Jokowi selama ini,” Ulil memulai unggahan di akun @ulil.

Kementerian Agama, ujar Ulil, adalah salah satu ujung tombak penting dalam mensukseskan politik di tanah air.

“Gus Tutut @Ansor_Satu adalah Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang membawahi sayap yang paling dikenal publik selama ini, yaitu Banser,” lanjutnya.

Baca Juga:   Presiden Ajak NU Beri Ruang Lebih Besar bagi Kaum Milenial dan Gen-Z

Menurut Ulil, selama dua puluh tahun terakhir ini, Ansor dan Banser adalah gerakan Islam yg berani “pasang badan” untuk membela kaum minoritas.

“Anda masih ingat tragedi Riyanto?” tulis Ulil. Riyanto adalah anggota Banser yang meninggal karena bom yg meledak di sebuah gereja di Mojokerto. Itu terjadi pada 24 Desember 2000, menjelang perayaan Natal.

Itulah tahun kelam untuk umat Kristen di Indonesia. Sejumlah serangan bom terjadi serentak di sejumlah gereja di berbagai kota.

Baca Juga:   Menag Ucapkan Selamat Natal, Umat Kristiani Bangga dan Haru

“Bagi saya, aksi Riyanto adalah tindakan kepahlawanan yg luar biasa,” lanjut Ulil.

Menurutnya, sejak dua dekade terakhir ini tindakan Ansor/Banser menjaga gereja saat perayaan natal di berbagai tempat sudah merupakan pemandangan rutin setiap tahun.

“Ini semua terjadi karena ajaran Gus Dur yg terus dirawat di dalam tubuh gerakan ini,” Ulil menjelaskan.

Sepanjang hayatnya, lanjut Ulil, Gus Dur kita kenal sebagai sosok yg memiliki komitmen yg tak diragukan untuk membela kaum minoritas.

“Ajaran Gus Dur ini terus dirawat oleh warga nahdliyyin hingga sekarang, termasuk oleh kawan2 di jaringan @GUSDURians. Gus Dur telah mengubah peta kultural NU,” ujarnya.

Baca Juga:   Pendeta Saifuddin Ibrahim Minta Hapus 300 Ayat Alquran, Begini Komentar PGI

Sejak menjadi presiden pada 2014, Jokowi mengambil langkah yang menurut Ulil tepat, yaitu mengatasi serius problem radikalisme dan konservatisme.

“Dua masalah ini memang bisa menjadi ancaman serius bagi Indonesia,” demikian Ulil.

Ulil berasal dari keluarga Nahdlatul Ulama. Ayahnya Abdullah Rifa’i dari pesantren Mansajul Ulum, Pati, sedang mertuanya, Mustofa Bisri, kyai dari pesantren Raudlatut Talibin. (*)

Komentar

Berita Lainnya