oleh

DPR Enggak Masalah Calon Kapolri Non-Muslim

JAKARTA – Pimpinan Polri tidak lama lagi akan berganti. Hal itu lantaran Kapolri Jendral Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada 2021. 

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni enggan berbicara spesifik soal figur ideal yang ada saat ini sebagai Kapolri.

Namun, menurut Sahroni, calon Kapolri yang tepat adalah mereka yang mengemban pangkat Komisaris Jenderal Polisi, bukan di bawahnya. 

“Dari Irjen wajib ke Komjen dulu, tidak serta merta lompat langsung Jenderal Polisi, melalui jabatan bintang tiga dahulu,” kata Sahroni kepada wartawan.

Baca Juga:   DPR: Masa Jabatan Ketua Parpol Perlu Dibatasi

Tak hanya itu, Sahroni juga mengomentari soal isu SARA (Suku Agama Ras dan Antar Golongan) yang mulai berhembus menjelang pergantian Kapolri. Pasalnya, beredar isu bahwa mereka yang nonmuslim dianggap tak bisa menjadi Kapolri.

Menurut dia, ukuran yang mesti dilihat sebagai calon Kapolri adalah soal kemampuan bukan agamanya.

“Polri bukan lembaga dakwah. Polri adalah instrumennya negara untuk Kamtibmas. Jadi, menurut saya enggak masalah (nonmuslim) selama kapabilitasnya bagus,” papar Bendahara Umum NasDem itu.

Baca Juga:   Permintaan untuk Belajar Tatap Muka Datang Dari Segala Arah

Lebih lanjut, Sahroni juga menanggapi isu liar masa jabatan Idham Azis sebagai Kapolri akan diperpanjang. Menurut dia, langkah tersebut bukanlah pilihan yang tepat. Meskipun itu adalah hak Presiden.

“Saya tidak setuju kalau diperpanjang karena akan merusak institusi Polri sendiri. Sekali pun Presiden ingin diperpanjang itu haknya Presiden,” tutup Sahroni.

Sahroni berkomentar itu terkait salah satu kandidat kuat calon Kapolri Kabareskrim Komjen Listyo Sigit yang seorang non muslim.

Kandidat lainnya yang kerap disebut sebagai calon kuat Kapolri ada Wakapolri Komjen Gatot Eddy, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Komjen Rycko Amelza, dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafly.

Baca Juga:   Nasdem Ingatkan Masyarakat Aceh Hindari Fitnah atas Anies Baswedan

Sebelumnya, dinamika pergantian Kapolri baru semakin cair pascarotasi besar-besaran yang dilakukan Jenderal Idham Azis beberapa waktu lalu. Nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mencuat sebagai salah satu calon kapolri karena keberhasilannya menangkap buronan Djoko Tjandra.

Sayangnya, jalan tersebut tidak terlalu mulus. Listyo digoyang isu agama karena seorang nonmuslim. (sam)

Komentar

Berita Lainnya