oleh

PDI-P Jatuhkan Sanksi Teguran Lisan kepada Ganjar Pranowo

JAKARTA – PDI-P memutuskan memberikan sanksi kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atas pernyataannya siap maju sebagai calon presiden (capres).

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P Komarudin Watubun setelah mendengarkan klarifikasi dari Ganjar di Kantor DPP PDI-P Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (24/10/2022).

“Supaya keadilan di partai itu ditegakkan kepada seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke, maka kami, saya, sampaikan jatuhkan sanksi-sanksi teguran lisan kepada Pak Ganjar Pranowo sebagai kader,” kata Komarudin di Kantor DPP PDI-P, Senin sore.

Baca Juga:   Patroli Pergoki PT RAS Jaya Buang Limbah ke Sungai

Sebelumnya, klarifikasi tersebut berlangsung lebih kurang satu jam. Dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Komarudin mengatakan, pernyataan Ganjar telah menimbulkan multitafsir di publik.
“Dan setelah kami menilai dari aturan-aturan organisasi, meskipun beliau tidak melanggar aturan organisasi, (PDI-P memberikan sanksi),” ujarnya.

Komarudin menilai keputusan itu sudah tepat. Hal ini lantaran Ganjar merupakan kader senior yang harus mematuhi aturan partai.

PDI-P menginstruksikan jajaran kadernya untuk selalu berdisiplin. Termasuk soal berbicara calon presiden harus ditaati bahwa menjadi ranah Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga:   20 Provinsi Terapkan Sanksi Protokol Kesehatan, PEN di 548 Daerah Perlu Dievaluasi

“Beliau ini bukan kader baru masuk, ini kader senior. Termasuk senior dalam partai. Beliau ini pertama kali masuk di Papua lakukan kaderisasi di sana. Oleh karena itu beliau harus lebih berdisiplin,” jelas anggota Komisi II DPR itu.

Ganjar Pranowo menyatakan kesanggupannya jika diusung PDI-P sebagai capres untuk pertama kalinya dalam wawancara dengan BeritaSatu TV, Selasa (18/10/2022).

Baca Juga:   Ganjar Pranowo Pergoki Mahasiswa Borong Pedagang Kaki Lima

“Ketika partai kemudian sudah membahas secara keseluruhan dan dia akan mencari anak-anak bangsa yang menurut mereka terbaik, menurut saya, semua orang musti siap akan hal itu,” kata Ganjar.

Ganjar mengaku tetap menghormati etika politik di internal PDI-P di mana mekanisme pengumuman capres dilakukan oleh Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Di sisi lain Ganjar menilai hasil survei juga mesti dilihat partai dalam mengusung capres maupun calon wakil presiden (cawapres). (*)

Berita Lainnya