KAB CIANJUR–Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 Cianjur Yusman Faisal buka suara terkait Ahmad Solihin, warga Kampung Citapen RT 02 /04 Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang menderita stroke dan tumbuh benjolan di bawah ketiaknya.
Ahmad Solihin sebelumnya dikabarkan mengalami mual-mual dan muntah setelah divaksin Sinovak tahap 2 di Puskesmas Bojongpicung. Ia langsung dirawat beberapa saat di Puskesmas tersebut.
Setelah pulang ke rumahnya, Ahmad Solihin mengalami gagal-gatal di sekujur tubuhnya.
Selain itu, esok harinya pihak Puskesmas Bojongpicung melaporkan lagi tentang penyakit Ahmad Solihin, bahwa dirinya menderita kelumpuhan stroke dan dirawat di RSUD Cianjur selama lima hari.
Hal itu, kata Yusman, bisa terjadi akibat divaksin namun hitungannya seribu satu. “Dari seribu orang divaksin satu orang dipastikan menderita dampaknya, itu pun hanya berupa pusing, mual, dan muntah saja,” terang Yusman kepada awak media, Senin (23/8/2021).
Kejadian stroke seperti dialami Ahmad Solihin, Yusman mengklaim, hal ini baru pertama kalinya. Menyoal terjadinya benjolan kanker di tubuh Ahmad Solihin yang dikaitkan dengan dampak vaksin, Yusman mengira hak itu terlalu prematur.
“Sebab harus dilakukan penelitian terlebih dahulu kepada kedua belah pihak, yaitu penelitian pada pihak penderita sakit stroke ringan dan pada pihak ahli medis itu sendiri dengan teliti dan akurat,” kata dia.
Karena, lanjutnya, ahli medis sebelum melakukan vaksinasi harus melakukan terlebih dahulu penelitian secara akurat. Ditambah dialog dengan calon yang akan divaksin. Warga yang akan divaksin jangan menutup diri melainkan harus terang-terangan ketika ditanya ahli medis.
“Karena prosesnya cukup lama mulai dari tingkat kabupaten masuk Ke Korda Provinsi sampai ke Kornas pusat yang penelitiannya cukup akurat dan memakan waktu,” ucapnya.
Selain itu, dr Yusman Faisal meneruskan, hasil pemeriksaan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialamI Ahmad Solihin sedang diproses yang hasilnya belum diketahui.
Sementara itu, Camat Bojongpicung Ejen Jenal Mutakin menambahkan, memang benar Ahmad Solihin pada bulan lalu dikabarkan menderita sakit setelah divaksin. Namun hal itu telah dilakukan upaya pengobatan secara intensif di Puskesmas Bojongpicung dan di RSUD Cianjur.
Pihaknya sempat menengok Ahmad Solihin sebanyak dua kali. Pertama saat di Puskesmas Bojongpicung, dan kedua kalinya di rumah Ahmad Solihin.
“Semoga Ahmad Solihin lekas sembuh,” harap Camat.
Camat meminta warganya jujur dan terbuka saat diperiksa ahli medis ketika akan melakukan vaksinasi.
“Andai memiliki riwayat suatu penyakit ucapkan saja dengan jujur supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan semua pihak,” tutup Camat. (PenaKu.ID)











Komentar