BOJONEGORO – Gadis belia berinisial CAA (15 tahun) berhasil diselamatkan Tim Resmob Satuan Reskrim (Reserse dan Kriminal) Polres Bojonegoro, pada Minggu (23/8/2020). Siswi salah satu SMP di Bojonegoro ini diculik dua pria sejak Jumat (21/8/2020). CAA diamankan saat dia bersama pelaku sedang berada di Stasiun Kereta Api Bekasi Jawa Barat.
Seperti dikutip SuaraBojonegoro.com grub siberindo.co gadis tersebut dibawa pulang ke Bojonegoro, bersama tersangka satu orang pria asal Jakarta yang diduga terlibat dalam membawa gadis asal Sukosewu tersebut.
“Dari hasil pengejaran anggota Resmob, Gadis ini berhasil kita temukan, dan kemudian kita bawa pulang ke Bojonegoro bersama satu orang pria yang diduga terlibat dalam membawa lari gadis tersebut,” kata AKP Iwan Heri Poerwanto, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro Senin (24/8/2020).
Kata Kasat Reskrim, saat ini proses pemeriksaan terhadap gadis yang masih pelajar ini masih berlangsung di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Bojonegoro. Kasusnya sedang dikembangkan.
“Satu tersangka sudah kita amankan. Korbannya masih syok dan belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik,” lanjut Mantan Kasat Reskrim Polres Mojokerto ini.
Saat gadis di bawah umur ini menghilang, sejumlah akun medsos mencoba mem-viralkan dengan harapan korban cepat pulang.
Kronologi hilangnya CAA ini bermula saat ia pamit keluar rumah sekitar pukul 07.45 WIB. Saat itu ia diantar oleh rekan sebanyanya yang dijadikan saksi berinidial ENA (15 tahun). Saksi adalah karib korban. Saat itu mereka bertemu seorang kawan laki-laki dengan mengendarai sepeda gayung menuju lapangan Desa Sukosewu. Saat masih di jalan datang dua orang pria yang tak dikenal berboncengan memakai motor. Pengendaranya memakai helm sementara yang di belakang tak berhelm.
Kemudian, laki-laki yang dibonceng turun menghampiri korban dan mengajak pergi. Sebelum pergi, korban sempat berpesan pada saksi agar tidak memberitahukan kepergiannya kepada orang tuanya. lalu korban pergi bersama dua pria tersebut dengan berboncengan tiga menuju wilayah Kapas.
Beberapa saat setelah korban dibawa dua lelaki tersebut, saksi menyampaikan itu ke bibinya. Namun tidak ditanggapi serius dan dianggap hanya main-main. Sejak saat itu ponsel korban sudah tidak aktif lg.(*/arl)











Komentar