JAKARTA – Paris Saint-Germain yang disokong pemain bintang seperti Neymar dan Kylian Mbappe dibuat gigit jari oleh tim jawara asal Jerman, Bayern Muenchen lewat skor tipis 0-1. Mimpi klub kaya itu pun harus dikubur dalam-dalam, setelah 90 menit tak mampu memenuhi ekspektasi hingga penghujung laga di musim wabah ini.
Ya, penyerang sayap Bayern Munchen Kinsley Coman membol gawang PSG di menit ke-59 babak kedua lewat heading keras yang tak mampu dibendung penjaga gawang.
Aksi mantan punggawa Juventus ini merubah kedudukan 0-1 dalam laga final Liga Champions yang berlangsung di Estadio da Luz, Portugal, Senin (24/8) dini hari. ”Ini sejarah bagi saya, dan karir saya dalam sepak bola. Akan sulit saya lupakan final ini,” terang Coman kepada Reuters.
Dalam laga tersebut Muenchen memang tampil offensif. Unggul perolehan gol, ternyata tak menyurutkan tim asal Jerman itu menggempur pertahanan Neymar dkk yang lemah pada posisi sayap. Laga yang berlangsung keras ini, pun melahirkan dua kartu kuning.
Bentrok kedua tim memang menjadi gengsi antara dua klub super Eropa. PSG ingin memungkas prestasi menanjak mereka dalam sepuluh tahun terakhir di bawah pemilik Qatar, sedangkan Bayern berambisi mengangkat trofi ini untuk keenam kalinya.
Kesempatan seperti itu pantas untuk dimainkan di depan stadion yang penuh sesak, namun Estadio da Luz yang berkapasitas 65.000 kursi nanti akan kosong melompong.
Tidak ada penonton yang boleh masuk, seperti yang telah terjadi sepanjang turnamen ‘Final Delapan’ yang baru kali ini terjadi akibat pandemi virus corona.
Sementara atmosfer di lapangan tidak akan nyata untuk ratusan orang yang dibolehkan hadir, pertandingan ini menjanjikan hal yang menarik karena mempertemukan dua tim yang dominasi domestiknya hampir total dan keduanya adalah menang meyakinkan dalam semifinal. (oke/sep)









Komentar