oleh

Pencarian Kapal Nelayan Tenggelam di Kalbar Dihentikan, TNI AL Lakukan Pemantauan

PONTIANAKTNI AL yang tergabung dalam Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian puluhan nelayan dan anak buah kapal (ABK) yang tenggelam di perairan Kalimantan Barat.

Penghentian itu diumumkan secara resmi di Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan Pontianak, Jumat (23/7/2021).

Penutupan operasi SAR sebagaimans disampaikan Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mempertimbangkan data dari BMKG. BMKG memperkirakan potensi buruk dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.

Selain itu faktor lokasi koordinat kapal-kapal yang tenggelam tidak diketahui, menyebabkan luas area pencarian tidak dapat ditentukan atau diperkirakan secara pasti. Kelanjutannya bersifat pemantauan dengan mengharapkan informasi terkait perkembangan situasi.

Operasi SAR telah digelar sejak terjadinya cuaca buruk di Laut Natuna Selatan hingga Perairan Kepulauan Karimata pada Rabu (13/7) dan Kamis (14/7) pekan lalu.

Musibah tersebut mengakibatkan 17 kapal terdiri atas 14 kapal nelayan, dua tugboat, dan satu yacht dilaporkan hilang, terdampar hingga tenggelam. Selain itu dilaporkan sebuah tongkang tanpa pengawak hanyut.

Panglima Komando Armada I  Laksda TNI Abdul Rasyid K, SE, MM menyampaikan keprihatinan dan rasa dukacita mendalam kepada para keluarga korban musibah di perairan Kalbar.

“Tentu kami sangat prihatin dan berbela sungkawa atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita para nelayan di perairan Kalbar,” ungkapnya.

Tetap Pemantauan

Pangkoarmada I mengatakan TNI AL telah mengerahkan personel dan alutsista yang dikoordinir Danlantamal XII Pontianak Brigjen TNI Marinir Andi Rukman. Bersama potensi SAR lainnya, TNI AL mendukung tugas Basarnas dalam operasi SAR.

“Kami telah mengerahkan dua kapal perang, dua pesawat udara TNI AL, dua KAL dan ratusan personel tim SAR Lantamal XII. Fokus mencari dan menemukan para korban,” katanya.

“Kendati demikian, TNI  AL akan tetap melakukan pemantauan secara aktif melalui kapal perang unsur gelar di wilayah Laut Natuna dan ALKI I.

“Apabila ada penemuan yang berkaitan dengan kejadian akan dilakukan tindakan sesuai kebutuhan sambil  tetap berkoordinasi dengan Basarnas,” kata Pangkoarmada I.

Data terakhir yang dihimpun dari Posko SAR di Pontianak, total ABK yang menjadi korban musibah tersebut 138 orang. Sebanyak 83 orang telah ditemukan dalam keadaan selamat, 24 meninggal, dan 31 belum ditemukan.

Sedangkan terhadap kapalnya, diketahui dua tugboat, sebuah Tongkang dan sebuah yacht telah ditemukan selamat. Sementara 14 kapal dan perahu nelayan sebagian ditemukan dalam kondisi terbalik, kandas dan sebagian lagi tidak ditemukan. (PS/SAMSUL B HSB)

Komentar

Berita Lainnya