oleh

Tersangka Minta Maaf kepada Keluarga Korban, karena Salah Sasaran

BANTUL – Tersangka takjil sate bersianida, Nani Apriliani Nurjaman mengirim surat permintaan maaf kepada keluarga Bandiman.

Permohonan disampaikan melalui pengacara beserta keluarga besar dari Majalengka Jawa Barat atas perbuatannya yang menewaskan Naba Faiz Prasetya.

Menanggapi permintaan maaf ini, Bandiman pun mengatakan keluarganya sudah ikhlas dengan kepergian bocah SD itu.

“Surat tersebut dikirim melalui pengacara dan keluarga Nani yang datang dari Majalengka,” ujar penasihat hukum R Anwar Ary Widodo SH didampingi Fajar Mulia SH dan Wanda Satria Atmaja SH, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga:   Sang Ayah Hanya Tahu Putrinya Masih Lajang, Tak Pernah Curhat Urusan Pribadi

Atas permintaan maaf tersebut, pihak keluarga korban menyatakan sudah mengikhlaskan kepergian almarhum Naba.

Keluarga korban paham bahwa tersangka tidak ada niat meracuni bocah kelas IV SD Muhammadiyah 4 Karangkajen ini.

Pihak keluarga korban dan keluarga tersangka juga melakukan tahlilan dan doa bersama untuk almarhum Naba Faiz Prasetya.

Dengan adanya doa bersama tersebut diharapkan arwah korban tenang dan keluarga ditinggalkan diberi ketabahan.

Ditambahkan, tim penasihat hukum sebelumnya telah mendapat kuasa mendampingi kasus Nani sejak 10 Mei 2021.

Sejak mendapat kuasa, tim penasihat hukum selalu berkomunikasi secara intens dengan tersangka maupun keluarganya di Majalengka.

Baca Juga:   Polisi Pastikan Ada Racun dalam Sate yang Dimakan Bocah di Bantul

Hingga saat inilah proses kasus telah sampai BAP ketiga. Di sini ada beberapa tambahan karena dirasa ada yang kurang.

Setelah itu tim penasihat hukum bersamapihak keluarga dari Majalengka bersilaturahmi kepada keluarga korban.

Pihaknya mewakili tersangka maupun keluarga tersangka memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Bandiman.

“Sungguh tidak pernah ada niatan dalam diri klien kami,” ujar Ary, panggilan akrab Anwar Ary Widodo.

Selain itu, tim penasihat hukum tersangka juga menyampaikan keprihatinan dengan peredaran sianida sebagai zat kimia berbahaya.

Baca Juga:   Perempuan Pengirim Paket Maut Ditangkap, Motifnya: Sakit Hati

Pihaknya berharap ada pengaturan dan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran zat kimia berbahaya yang dengan mudah disalahgunakan.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran yang sangat berharga agar tidak terulang kembali,” katanya seperti dikutip harianmerapi.com.

Nani ditangkap setelah diduga mengirimkan sate bersianida dengan tujuan Tomy di Bantul.

Awalnya Nani meminta Bandiman yang tengah bekerja sebagai driver ojek online untuk mengantar kepada Tomy namun ditolak istri Tomy.

Akhirnya sate itu dibawa pulang Bandiman dan disantap Naba hingga dia tewas. (Usa/harianmerapi.com)

Komentar

Berita Lainnya