KEBUMEN – Wilayah desa memiliki potensi masing-masing. Begitupula Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Berada di jalur selatan dekat dengan garis pantai selatan, membuat Tanggulangin punya banyak peluang dalam pengembangan potensi desa.
“Saat ini yang baru berkembang yakni dengan telah dirilisnya Tanggulangin sebagai kampung garam,” kata Slamet (49), seorang petani garam di Tanggulangin.
Kampung garam beranggotakan Kugar (Kelompok Usaha Garam Rakyat).
Berdiri sejak 2019, usaha garam ini terbilang maju. Hal itu disebabkan pemerintah mendukung program tersebut.
Sampai saat ini, usaha garam laut difungsikan pula sebagai tempat edukasi dan pengembangan ketahanan pangan lokal.
Berkunjung ke Tanggulangin, Slamet salah satu pengelola kelompok usaha garam rakyat Sari Laut Tanggulangin mengajak berkeliling langsung ke sekretariat gudang garam.
Di sana terlihat garam sudah dikemas rapi. Produksi garam dinamai Garam Mutiara Samudra. Selain ada garam, ada juga nasi tiwul instan sebagai produk lokal buatan warga.
Sudah banyak warga masyarakat yang berkunjung ke Tanggulangin.
Terkadang, dari dinas terkait di Kabupaten Kebumen berkunjung melihat produksi garam.
Pada kesempatan lain giliran mahasiswa PKL dari luar kota tercatat kerap mengadakan penelitian di sekretariat Garam Sari Laut.
“Semua itu sebagai sarana edukasi untuk masyarakat,” urai Slamet.
Kelompok usaha garam rakyat diharapkan makin berkembang sehingga kampung mampu memenuhi kebutuhan garam lokal juga turut mendukung program swasembada garam nasional. (Nur Anggraeni/wiradesa.co)











Komentar