oleh

Aji Rahmat Fauzi Berpeluang Lolos dari Persaingan Ketat Pileg Dapil II Ciamis

Aji Rahmat Fauzi (Ist)

JAKARTA – Aji Rahmat Fauzi dari PKB menjadi salah satu sorotan dalam pemilihan legislatif di Kabupaten Ciamis.

Meskipun PDIP dan Gerindra masih memimpin perolehan suara di dapil II Ciamis, calon legislatif nomor urut 1 PKB ini berhasil mencuri perhatian dengan total suara 950.

PDIP dan Gerindra masih kejar-kejaran dengan masing-masing memperoleh 1.655 suara dan 1.358 suara.

Berdasarkan metode seat league, PDIP dan Gerindra berpeluang mendapatkan dua kursi di dapil II Ciamis yang meliputi Kecamatan Sindangkasih, Cihaurbeuti, Panumbangan, Panjalu, dan Sukamantri.

Baca Juga:   Proses Vaksinasi Bagi Masyarakat Golongan Ekonomi Lemah Sebaiknya Ditanggung Kemenkes

Sementara itu, PKB, PKS, Demokrat, dan NasDem akan mendapatkan satu kursi setiap partainya.

Dengan demikian, Aji Rahmat Fauzi dari PKB memiliki potensi untuk menduduki kursi di dapil tersebut.

Adapun raihan suara sah partai politik yang bersaing di dapil II Ciamis selengkapnya sebagai berikut:

PKB: 950 suara
Gerindra : 1.358 suara
PDIP: 1.655 suara
Golkar: 523 suara
NasDem 403 suara
Buruh: 33 suara
Gelora: 2010 suara
PKS: 905 suara
PKN: 8 suara
Hanura: 34 suara
PAN: 363 suara
PBB: 43 suara
Demokrat: 665 suara
PSI: 47 suara
PPP: 344 suara
Umat: 136 suara

Baca Juga:   PKB Buka Komunikasi Kawal Penuntasan RUU PKS

Berdasarkan daftar nama dengan raihan suara tertinggi masing-masing partai yang bertarung di dapil II Ciamis, caleg yang berpeluang menduduki kursi tersebut adalah sebagai berikut:

PDIP: Erwin Rajayu Dikusumah (7.671 suara) dan Ohan Hidayat (2.541 suara)
Gerindra : Pipin Arif Apilin (2.135 suara) dan Mumun Surahman (920 suara)
PKB: Aji Rahmat Fauji
PKS: Yati Rohayati (2.972 suara)
Demokrat: Yulianti SE (4.522 suara)
Golkar: Raden Yugi Ikhsan Dikusumah (942 suara) Nasdem: Endang Kusnandang (2.116 suara)

Baca Juga:   Gus Jazil Minta Masyarakat Serahkan Penanganan Penembakan FPI Ke Bareskrim

Sementara Partai Amanat Nasional diperkirakan tidak mendapatkan kursi di dapil ini.

Meskipun begitu, perubahan masih bisa terjadi mengingat data yang belum final dan kemungkinan adanya pergeseran dalam perolehan suara dan calon yang lolos. (*)

Berita Lainnya