oleh

Di Demak, 170 Rumah Rusak Disapu Angin Puting Beliung

DEMAK – Tak kurang dari 170 rumah rusak disapu angin puting beliung, di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah Selasa (23/2) pukul 14.45 WIB.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, terdapat dua dusun terdampak angin puting beliung dengan tingkat kerusakan beragam.

Kepala BPBD Demak Agus Nugroho menyampaikan, terdapat dua dukuh di Desa Karangsono yang terkena angin puting beliung, yakni Dukuh Krajan dan Dukuh Ploso.

“Di Dukuh Krajan terjadidi RW 2, di Dukuh Ploso terjadindi RW 3,” kata Agus.

Di Dukuh Krajan RW 2 yang menjadi korban adalah RT 05, 06, 06, 08, 10, 11, 12. Sedangkan di Dukuh Ploso RW 3 yang menjadi korban RT 03, 04, 05, 06.

Baca Juga:   Waspada Potensi Hujan Petir di Jakarta Sore dan Malam Hari

Agus msnegaskan, pihaknya sudah melakukan evakuasi warga yang terdampak ke balaidesa dan sekolah TK. Saat ini dapur umum darurat didirikan.

Kapolsek Mranggen AKP Sigit Hadi Kiswanto menambahkan, ada 7 keluarga atau 18 jiwa mengungsi ke balaidesa.

“Kami langsung terjunkan personel membantu membersihkan puing-puing reruntuhan, mengevakuasi warga dan melakikan pendataan,” katanya.

Selain 170 rumah rusak akibat kejadian ini, sebuah rumah dilaporkan roboh di terjang angin puting beliung yang menyapu di antara hujan deras.

Baca Juga:   Lebih 3.000 Rumah Warga Medan Tergenang, Pihak BNPB Bilang Begini

Data BPBD setempat mencatat dua dusun terdampak yaitu Dusun Krajan dan Dusun Ploso, di Desa Karangsono. Satu rumah yang roboh terletak di Dusun Krajan.

Pihak BPBD Demak melakukan pendataan dan kaji cepat bersama tim gabungan untuk melakukan upaya evakuasi warga terdampak ke balai desa dan gedung sekolah.

Selain itu, upaya percepatan penanganan juga telah dilakukan diantaranya melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pengungsi, mengirimkan logistik kebutuhan dasar, dan mendirikan dapur umum.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,Dr Raditya Jati mengatakan, menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Demak memiliki potensi cuaca ekstrem sedang hingga tinggi.

Baca Juga:   Ratusan Rumah Tergenang di Bukukumba, Lima Jembatan Rusak

Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, mengingat prakiraan puncak musim penghujan masih berlangsung hingga akhir Februari 2021.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Demak masih berpotensi hujan ringan bahkan sedang pada esok hari (25/2).

Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca dan mengetahui risiko becana yang ada di wilayahnya melalui laman InaRISK.

“Informasi tersebut dapat bermanfaat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya,” ujar Dr Raditya. (*)

Komentar

Berita Lainnya