oleh

Rahayu Saraswati: Tidak Ada Toleransi pada Perdagangan Orang

JAKARTA – Penggerebekan Bareskrim Polri terhadap tempat Karaoke di BSD, Tangsel mendapatkan dukungan dari Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, seorang aktivis perempuan dan pejuang anti perdagangan manusia.

“Tidak ada toleransi pada praktik perdagangan orang. Titik!” tegas Rahayu Saraswati yang juga Pendiri Parinama Astha (ParTha) yang memperjuangkan kepentingan ibu dan anak khususnya korban perdagangan manusia (human trafficking).

Seperti yang ramai diberitakan oleh media Bareskrim Polri menggerebek tempat Karaoke di BSD Tangsel dengan menerjunkan Tim TPPO (Tindak Pidana Perdangan Orang) yang menjaring 47 wanita pemandu lagu alias LC.

Rahayu Saraswati juga meminta aparat membongkar kasus ini secara total, tidak hanya menjaring wanitanya tapi juga pelanggannya yang laki-laki dan pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam tindak pidana ini.

Baca Juga:   Tangsel Bisa Jadi Contoh Keberagaman dan Toleransi di Indonesia

“Saya juga meminta aparat tegas, jangan cuma wanitanya yang diamankan, tapi juga pelanggannya, laki-laki kan.. Juga pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang, cari siapa-siapa saja tokoh kunci dalam perdagangan manusia itu, yang dikenal dengan sebutan germo atau mucikari. Jika ada, tangkap segera!” kata Rahayu Saraswati yang kini maju di Tangsel sebagai calon wakil wali kota yang berpasangan dengan H. Muhamad.

Baca Juga:   Secara Umum, Tangsel Sudah Siap Gelar Pilkada

Rahayu Saraswati mengaku mempunyai solusi untuk menyelesaikan penyakit sosial itu.

“Solusinya pemberdayaan perempuan dan ekonomi serta meningkatkan ketahanan keluarga, perempuan harus cerdas, tangguh dan mandiri” pungkas Rahayu Saraswati yang pernah menjadi Kepala Divisi Pemberantasan Perdagangan Manusia di Yayasan Wadah. (oke/sep)

Komentar

Berita Lainnya