oleh

Pasca Kecelakaan Maut Truk Tangki, ITW Minta Kembalikan Fungsi Jalan Umum

Edison Siahaan

JAKARTA–Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan kasus kecelakaan truk tangki Pertamina di jalan alternatif, Cibubur, Bekasi yang menelan korban jiwa agar dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Sudah saatnya pemerintah dan Polri membenahi semua permasalahan yang potensi mengganggu fungsi jalan dan Kamseltibcarlantas.

“Sungguh sangat mengerikan apabila peristiwa serupa terus terulang tanpa upaya efektif untuk mencegahnya. Juga sangat memalukan jika bangsa yang besar ini hanya mampu mengucapkan prihatin saat warganya tewas sia-sia di jalan raya tetapi tidak disertai tindakan pencegahan,” kata Ketua Presidium ITW Edison Siahaan dalam keterangan tertulis yang diterima Siberindo.co di Jakarta, Kamis (21/7/2022).

Baca Juga:   ITW Ingatkan Pemerintah Lebih Fokus Wujudkan Kamseltibcar Pemudik

Oleh karena itu, lanjut Edison, ITW mendukung Ditlantas Polda Metro Jaya yang mengusulkan agar lampu merah dan U-turn di pertigaan CBD atau di lokasi peristiwa maut itu dibongkar karena tidak layak atau mengganggu fungsi jalan dan kelancaran arus lalu lintas.

Tidak hanya itu, ITW juga mendesak agar upaya yang sama dilakukan terhadap semua ruas jalan yang digunakan bukan untuk kepentingan umum. Apalagi membuat pembatas parmanen di ruas jalan umum. Seperti di bundaran HI, daerah Pluit, Semanggi dan sejumlah ruas jalan dikawasan pusat -pusat perbelanjaan maupun komplek perumahan.

Baca Juga:   2022, Gangguan Keamanan dan Keselamatan Berlalu Lintas Kian Beragam

Penggunaan ruas jalan sehingga menimbulkan gangguan fungsi jalan hanya untuk kepentingan usahanya dan kelompoknya, harus diusut. Sebab tidak mungkin itu terjadi tanpa mendapat izin atau restu dari pihak yang memiliki kewenangan untuk itu. Sudah saatnya mengembalikan fungsi jalan untuk kepentingan umum.

Sekali lagi, ITW mengingatkan agar semua pihak terkait meningkatkan sinergitas untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas. Selain upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, juga harus melarang dan membongkar semua perbuatan yang potensi mengganggu fungsi jalan.Serta menjalankan pengawasan yang ketat terhadap pengelola angkutan umum baik itu angkutan umum orang maupun barang. Sehingga tidak ada lagi kendaraan yang tidak layak bisa beroperasi dan menebar maut di jalan raya.

Baca Juga:   'Recall' Avanza & Veloz, Toyota Tidak Cukup Hanya Minta Maaf

Edison menyebut kondisi lalu lintas saat ini adalah hasil pembiaran selama ini. Untuk itu hentikan semua potensi yang mengganggu terwujudnya Kamseltibcarlantas. (*)

Berita Lainnya