NGAMPRAH – Gelombang pandemi Covid-19 memukul ekonomi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Satu di antara sektor yang terdampak adalah ketenagakerjaan.
Penutupan perusahaan dan sektor wisata, meningkatkan jumlah pengangguran karena pengusaha harus merumahkan bahkan memecat karyawan.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB hingga akhir tahun 2020, jumlah pengangguran menyentuh angka 91.577 orang.
“Tahun 2019, jumlah pengangguran di KBB 62.695 orang, tahun 2020 ketika Covid-19 sudah berkecamuk, naik jadi 91.577 orang,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB, Panji Hermawan, Jumat (23/7/2021).
Menurutnya, mereka adalah para pencari kerja berusia produktif dengan kategori pendidikan dari SMP, SMA/SMK, dan S1 (sarjana).
Yang paling banyak adalah dari SMA/SMK dan S1. Mereka adalah orang-orang yang baru selesai studi atau fresh graduate.
Data tahun 2021 masih diinventarisasi karen masih tahun berjalan.
Namun diprediksi jumlah pengangguran dan korban PHK kembali bertambah mengingat sepanjang semester awal tahun ini Covid-19 belum mereda.
Bahkan, dengan PPKM Darurat, sejumlah perusahaan khususnya di sektor wisata harus tutup.
Pihaknya sedang mencoba bekerja sama dengan sekitar 800 perusahaan di KBB untuk menggelar pelatihan atau proses pemagangan.
Diharapkan ada proses link and match antara perusahaan dengan peserta magang.
Tujuan akhirnya, bisa saja terjadi perekrutan pekerja, ketika perusahaan memang membutuhkan SDM saat proses pemagangan.
“Kami inginnya seperti itu, agar terjadi penyerapan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan. Tapi itu bergantung perusahaannya juga,” ujarnya. (*)











Komentar